Haji Umrah

Apa itu Ihram dan Bagaimana Nabi Berihram dari Bir Ali (Dzulhulaifah) Madinah?

Apa itu ihram? Bagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berihram dari Bir Ali (Dzulhulaifah) atau Abyar Ali di Madinah?

 

 

Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani

 

كِتَابُ اَلْحَجِّ

Kitab Haji

 

بَابُ اَلْإِحْرَامِ وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهِ

BAB SEPUTAR IHRAM DAN YANG TERKAIT DENGANNYA

 

 

BAB SEPUTAR IHRAM DAN YANG TERKAIT DENGANNYA

  • Ihram secara bahasa berarti masuk pada sesuatu yang diharamkan. Seakan-akan orang yang berihram mengharamkan atas dirinya nikah, memakai wewangian, dan memakai pakaian. 
  • Ihram secara istilah adalah niat masuk pada haji atau umrah, atau haji dan umrah sekaligus.
  • Ihram itu bukanlah memakai kain ihram. Ihram yang dimaksud adalah niat masuk dalam nusuk (ibadah haji atau umrah). 
  • Yang disyariatkan bagi orang yang berihram adalah melafazkan niat untuk masuk dalam nusuk (ibadah haji atau umrah) dengan ucapan: LABBAIK ‘UMROTAN—misalnya—.

 

Hadits #728

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { مَا أَهَلَّ رَسُولُ اَللَّهِ ( إِلَّا مِنْ عِنْدِ اَلْمَسْجِدِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berihram dari sisi masjid Dzulhulaifah. (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1541 dan Muslim, no. 1186].

 

Faedah hadits

  1. Tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berihram adalah di sisi Masjid Dzulhulaifah, tetapi setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik hewan tunggangannya. Yang afdal adalah berihram dan bertalbiyah setelah menaikan kendaraan. 
  2. Ulama Syafiiyah berpendapat adanya sunnah mengerjakan shalat dua rakaat saat ihram. Shalat ini dikerjakan sebelum berniat ihram. Jika luput dari shalat ini, tidak ada dosa dan tidak ada dam. Namun, ulama lainnya mengatakan tidak ada shalat sunnah khusus saat ihram. 

 

Baca juga:

 

Referensi:

  • Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 5:207-208.
  • Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan.2:596-597.

 

 

Diselesaikan di Jeddah di Kereta Jeddah – Madinah, 19 Dzulqa’dah 1444 H, 8 Juni 2023

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button