Tafsir Al Qur'an

Sangat Gila Harta

Bagaimana orang yang disebut gila harta?

Coba renungkan ayat berikut.

Allah Ta’ala berfirman,

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. ” (QS. Al Fajr: 20).

Mengenai tafsir ayat di atas, dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan,

كثيراً فلا ينفقونه

“Mereka mencintai banyak harta namun enggan untuk disedekahkan.”

Dalam Zaadul Masir karya Ibnul Jauzi disebutkan,

كثيراً فلا تنفقونه في خير

“Mereka mencintai harta yang banyak namun enggan disedekahkan dalam jalan kebaikan.”

Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata,

كثيرًا شديدًا

“Mereka benar-benar mencintai banyak harta.”

Syaikh Abu Bakr Al Jazairi menyebutkan,

قويا شديدا

“(Yang dimaksud adalah) sangat kuat dalam mencintai harta.”

Syaikh Abu Bakr Al Jazairi dalam kitab tafsirnya -Aysarut Tafasir- lantas memberikan faedah dari ayat tersebut,

التنديد بحب المال الذي يحمل على منع الحقوق ، ويزن الأمور بميزانه قوة وضعفا .

“Tercela mencintai harta sampai lupa menunaikan kewajiban dari harta tersebut dan tercela pula menjadi patokan seseorang (muli) dengan standar banyaknya harta ataukah tidak.”

Berarti dapat kita simpulkan bahwa orang yang gila harta berarti memenuhi kriteria:

1- Sangat kuat mencintai harta

2- Enggan menunaikan kewajiban harta (lewat zakat)

3- Menjadikan patokan mulia dan sukses jika sudah memiliki harta melimpah.

Coba timbang-timbang pada diri kita, apakah masih termasuk orang yang gila harta?

Jika iya, perbaikilah kecintaan kita yang ada. Asalnya mencintai harta merupakan sifat tabiat semua manusia. Namun tentu saja kecintaan tersebut mesti tidak membuat lalai dari kewajiban terhadap harta tersebut.

Hendaknya diyakini pula bahwa standar sukses dan mulia bukanlah dinilai dari banyak harta dan uang. Jika harta adalah standar sukses, maka tentu Qarun akan menjadi orang yang selamat dan sukses di dunia maupun akhirat. Namun ternyata tidak seperti itu. Qarun malah menjadi orang yang terhina di dunia karena ia disiksa dengan ditenggelamkan dengan hartanya. Di akhirat pun siksa Qarun lebih-lebih pedih.

Semoga Allah memberikan kita hidayah untuk terus mensyukuri nikmat dan menyikapi harta dengan benar.

Disusun di malam hari, 29 Syawal 1435 H di Pesantren Darush Sholihin

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh TuasikalFans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoComInstagram RumayshoCom

Telah hadir tiga buku terbaru karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc: 1- “Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang”  (Rp.30.000), 2- “Panduan Mudah Tentang Zakat” (Rp.20.000,-), 3- Buku Saku “10 Pelebur Dosa” (Rp.6.000,-), semuanya terbitan Pustaka Muslim Yogyakarta (biaya belum termasuk ongkos kirim).

Segera pesan via sms +62 852 00 171 222 atau BB 2A04EA0F atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: nama buku#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button