Home / Puasa / Bolehkah Melakukan Puasa Sunnah Namun Masih Memiliki Utang Puasa Ramadhan

Bolehkah Melakukan Puasa Sunnah Namun Masih Memiliki Utang Puasa Ramadhan

Sebagian orang sempat bertanya, bagaimana hukum melakukan puasa sunnah namun masih memiliki utang puasa Ramadhan. Berikut kami nukil fatwa ulama mengenai hal ini yaitu Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia).

 

Soal keempat dari Fatwa No. 2187

ما حكم من صام يوم عرفة بقصد التطوع وعليه أيام من رمضان؟

Soal: Apa hukum orang yang berpuasa hari Arofah dengan niat melakukan puasa sunnah, padahal masih memiliki utang puasa Ramadhan?

Jawab:

من صام يوم عرفة بقصد التطوع وعليه أيام من رمضان فصيامه صحيح، والمشروع له أن لا يؤخر القضاء؛ لأن نفسه بيد الله ولا يدري متى يأتيه الأجل، ولو صام يوم عرفة عن بعض أيام رمضان لكان أولى من صيامه تطوعًا؛ لأن الفرض مقدم على النافلة، وهو أولى بالعناية.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // عضو // نائب رئيس اللجنة // الرئيس //

عبد الله بن قعود // عبد الله بن غديان // عبد الرزاق عفيفي // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //

Barangsiapa berpuasa Arofah dengan niat puasa sunnah padahal masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka puasanya tetap sah. Namun yang disyari’atkan baginya adalah tidak menunda-nunda qodho’ puasa. Karena jiwa setiap orang di tangan Allah dan dia tidak mengetahui kapan ajalnya tiba. Seandainya pada hari Arofah, dia menunaikan qodho’ puasa Ramadhan, maka itu lebih utama dari melakukan puasa sunnah. Karena tentu saja amalan wajib semestinya lebih didahulukan daripada amalan sunnah. Amalan wajib tentu saja yang harus lebih jadi perhatian dibanding amalan sunnah.

Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts wal Ifta’

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan

Wakil Ketua: ‘Abdur Rozaq Afifi

Ketua: ‘Abdullah bin Baz

***

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel https://rumaysho.com

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Faedah Sirah Nabi: Pengaruh Garis Keturunan yang Mulia

Nabi Muhammad punya silsilah keturunan yang terhormat dan itu sangat berpengaruh pada dakwah beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *