Home / Tafsir Al Qur'an / Renungan #23, Dengan Membaca Ayat Ini, Moga Sadar untuk Bayar Zakat

Renungan #23, Dengan Membaca Ayat Ini, Moga Sadar untuk Bayar Zakat

Sudahkah kita memanfaatkan harta dengan benar?

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (34) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ (35)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nashrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 34-35)

Faedah yang terdapat dalam ayat ini:

1- Ayat ini menjelaskan peringatan pada orang beriman, mereka diingatkan tentang kelakuan al-ahbar dan ar-ruhban, yaitu ulama Yahudi dan pendeta Nashrani. Hal ini diingatkan agar kaum muslimin tidak mengikutinya.

2- Ada dua hal yang diingatkan terkait dengan kelakukan ulama Yahudi dan pendeta Nashrani:

  • Mengambil harta orang lain dengan cara tidak benar.
  • Menyesatkan manusia dari jalan Allah.

3- Ayat ini memeringatkan tentang dua hal penyimpangan terkait dengan harta:

  • Memakan harta dengan cara yang batil seperti mengeluarkan harta untuk maksiat dan syahwat yang tidak menolong dalam ketaatan pada Allah, juga menyesatkan manusia dari jalan Allah.
  • Menahan harta dan tidak mau mengeluarkan untuk yang wajib.

4- Ayat ini menunjukkan ancaman bagi orang yang menahan hartanya, enggan dikeluarkan untuk zakat, nafkah keluarga, nafkah untuk kerabat hingga pada nafkah jalan fii sabilillah jika itu wajib.

5- Setiap orang yang enggan mengeluarkan hartanya untuk hal wajib, maka akan disiksa dengan hartanya sendiri.

6- Dua sifat yang mesti dijauhi: (a) tidak amanah dalam memanfaatkan harta, (b) tidak pelit dalam mengeluarkan harta untuk yang wajib.

Silakan jadikan bahan renungan. Sudah benarkah kita dalam memanfaatkan harta kita? Moga kita sadar, ada hak orang lain dalam harta kita.

 

Referensi:

Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.

Disusun @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 24 Ramadhan 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Faedah Surat Yasin: Allah Mencipta Tentu Mampu Membangkitkan

Allah mampu mencipta, tentu mampu mengembalikan (membangkitkan) makhluk walau sudah jadi tulang belulang yang hancur luluh. Renungkan surat Yasin berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *