Home / Jalan Kebenaran / Kiat Dakwah: Dakwah Harus Ikhlas

Kiat Dakwah: Dakwah Harus Ikhlas

Rumaysho Dakwah Dakwah Harus Ikhlas Menjaga Keikhlasan Dalam Berdakwah Ketika Berdakwah Dan Beramal Kita Harus Keikhlasan Dalam Dakwah

Kita barangkali yang kurang dalam keikhlasan, sehingga dakwah kita sulit diterima di masyarakat, termasuk orang-orang dekat kita.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar adalah amalan yang paling mulia dan afdhal. Amalan seperti itu dituntut untuk dijadikan sebaik-baik amal sebagaimana disebut dalam ayat,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2). Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah, amalan tersebut adalah amalan yang paling ikhlas dan paling benar (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Kata Fudhail, jika amalan tersebut itu ikhlas namun tidak benar (tidak sesuai tuntunan), maka tidak diterima sampai amalan tersebut ikhlas dan benar (sesuai tuntunan). Yang dimaksud amalan yang khalish adalah amalan yang ikhlas karena Allah. Sedangkana yang dimaksud shawab adalah yang sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Majmu’ah Al-Fatawa, 28: 134)

Kita barangkali yang kurang dalam keikhlasan, sehingga dakwah kita sulit diterima di masyarakat, termasuk orang-orang dekat kita.

الإخلاص من أعظم أسباب القبول

Ingat, ikhlas itu sebab paling besar diterimanya suatu penyampaian.

قال البيهقي في «المدخل إلى علم السنن» ٤٢/١: «سمعت أبا عبدالرحمن السلمي يقول: سمعت محمد بن أحمد الفراء يقول: قيل لحمدون القصار: ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا؟

Al-Baihaqi dalam Al-Madkahl ila ‘Ilmi As-Sunan, 1: 42 berkata:

Aku pernah mendengar Abu ‘Abdurrahman As-Silmi, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Muhammad bin Ahmad Al-Fara’ berkata bahwa ada yang bertanya pada Hamdun Al-Qasshar:

“Kenapa sampai perkataan ulama salaf di masa silam lebih terasa manfaat daripada perkataan kita?”

قال: لأنهم تكلموا لعز الإسلام، ونجاة النفوس، وورضا الرحمن، ونحن نتكلم لعز النفوس، وطلب الدنيا، وقبول الخلق».

Ia berkata, “Karena mereka ketika berucap hanya untuk meraih kejayaan Islam, supaya diri mereka mendapat keselamatan, dan mereka hanya cari ridha Ar-Rahman. Sedangkan kalau kita berucap hanya mencari ketenaran diri, hanya cari kepuasan dunia dan cuma berbicara menyesuaikan selera manusia yang mendengar.”

Ikhlas itu akan membuat amalan itu lebih langgeng. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وما لا يكون له لا ينفع ولا يدوم

“Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal.”  (Dar-ut Ta’arudh Al ‘Aql wan Naql, 2: 188).

Para ulama juga memiliki istilah lain,

ما كان لله يبقى

“Segala sesuatu yang didasari ikhlas karena Allah, pasti akan langgeng.”

Ada juga perkataan dari Imam Malik,

وذكر العلماء أن الإمام ابن أبي ذئب معاصر الإمام مالك وبلديه – قد صنف موطأ أكبر من موطأ مالك حتى قيل لمالك : ما الفائدة في تصنيفك ؟ فقال : ما كان لله بقي ( من ” الرسالة المستطرفة ” ص 9 )

Para ulama menyebutkan bahwa Imam Ibnu Abi Dzi’bi yang semasa dan senegeri dengan Imam Malik pernah menulis kitab yang lebih besar dari Muwatho’. Karena demikian, Imam Malik pernah ditanya, “Apa faedahnya engkau menulis kitab yang sama seperti itu?” Jawaban beliau, “Sesuatu yang ikhlas karena Allah, pasti akan lebih langgeng.” (Ar Risalah Al Mustathrofah, hal. 9. Dinukil dari Muwatho’ Imam Malik, 3: 521).

Coba lihat Imam Nawawi, meskipun umurnya singkat, namun ilmunya terus kekal dan langgeng. Karya beliau yang begitu masyhur seperti Hadits Arba’in An-Nawawiyah, Riyadhus Sholihin dan Syarh Shahih Muslim. Bahkan kita dapati beliau punya karya dalam berbagai bidang ilmu. Itu semua dilakukan beliau karena hanya ingin meraih ridho Allah, bukan ingin disebut orang paling cerdas, bukan ingin pula meraih gelar mentereng atau ingin mendapat balasan dunia semata. Jadi, ikhlas itu begitu penting bagi setiap muslim yang bisa membuat ia terus istiqomah dalam berkarya dan beramal. Begitu pula karena ikhlas, meskipun kita sudah di liang lahat, karya-karya kita akan terus dikenang. Apalagi jika yang kita tinggalkan adalah warisan ilmu agama.

Kesimpulannya, pengaruh ikhlas dalam dakwah adalah:

  • membuat amalan dakwah diterima di sisi Allah.
  • membuat dakwah mudah diterima.
  • membuat pengaruh dakwah langgeng terus menerus.

Semoga kita bisa menjaga keikhlasan dalam beramal.

Panggang, Gunungkidul, 17 Jumadats Tsaniyyah 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)

Fans Page Facebook Rumasyho | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom | Channel Youtube Rumaysho TV

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

Dakwah Ikhlas Dakwah Harus Dilakukan Secara Ikhlas Artinya Dakwah Harus Dilaksanakan Secara Ikhlas, Artinya Dakwah Harus Dilaksanakan Secara Ikhlar Artinya Apakah Kita Harus Ikhlas Islam Dinistakan

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Kalimat Luar Biasa Diajarkan pada Isra Miraj

Pada malam Isra’ Mi’raj ada suatu kalimat yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam pada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mau tahu apa itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *