Jalan Kebenaran

Ikut Semua Aspirasi, Tak Pernah Usai

Imam Syafi’i pernah mengatakan perkataan yang cukup masyhur, “Gapai ridha manusia memang teramat sulit.

Dalam kitab Shifatush Shofwah, Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

رضا الناس غاية لا تدرك فعليك بما يصلحك فالزمه فانه لا سبيل الى رضاهم

“Ridha manusia itu sulit digapai. Cukup lakukan yang maslahat bagimu. Konsekuenlah melakukannya, tak perlu toleh apa yang mereka katakan.

Perkataan beliau di atas adalah perkataan yang benar adanya. Tidak mungkin seseorang memenuhi semua permintaan manusia. Yang harus dicari adalah ridha Allah semata. Jangan sampai mencari ridha manusia lantas membuat Allah murka.

‘Aisyah pernah menuliskan surat pada Mu’awiyah berisi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

Siapa yang mencari ridha Allah dan orang-orang tidaklah suka, maka Allah-lah yang akan beri kecukupan dan akan membuat manusia pun ridha. Namun barangsiapa yang mencari ridha manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan menyerahkan urusannya pada manusia (artinya: ia akan dipersulit).” (HR. Tirmidzi no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Cobalah saja dalam berdakwah yang kita cari adalah ridha manusia. Yang haram dihalalkan biar audience tidak lari atau sebaliknya yang dilakukan untuk mencari ridha mereka, jika perkataan setiap orang diikuti, tentu akan teramat sulit.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan Imam Syafi’i di atas adalah rusaknya sistem demokrasi karena suara setiap orang ditampung dan diterima. Ada yang teriak tempat prostitusi tetap harus ada, ada yang katakan harus disegel. Jika semua aspirasi itu diterima akan teramat sulit dan pasti penampung aspirasi akan kebingungan. Beda saudaraku jika yang kita cari adalah ridha Allah. Pasti kebenaran yang akan dituju. Pasti ada ketegasan dan akan mendapatkan kemaslahatan pada orang banyak.

Kejarlah selalu ridha Allah, bukan ridha manusia. Termasuk pula kala kita menjalankan suatu syari’at. Walau banyak orang mengomongkan jelek dan mengucilkan kita, ridha Allah tetap yang dicari. Ini yang membuat kita bisa teguh dalam beragama.

Baca pula artikel: Akibat Mencari Ridha Manusia.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun menjelang Ashar di Pesantren DS, 4 Sya’ban 1435 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh TuasikalFans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom

Segera dapatkan buku terbaru Ustadz Abduh Tuasikal “Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang” dan “10 Pelebur D0sa”. Masing-masing seharga Rp.30.000,- dan Rp.6.000,-, belum termasuk ongkos kirim. Hubungi via sms +62 852 00 171 222 atau BB 2A04EA0F atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: paket buku dagang dan pelebur dosa#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah paket.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button