Shalat

Bulughul Maram – Shalat: Doa Bakda Shalat, Meminta Perlindungan dari Sifat Pelit, Pikun, Fitnah Dunia, dan Siksa Kubur

Kali ini kita melanjutkan bahasa Bulughul Maram mengenai doa dan dzikir yang dibaca bakda shalat.

 

Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani

Kitab Shalat

بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ

Bab Sifat Shalat

 

Hadits #322/ 56

عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَال: إنَّ رسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ دُبُرَ الصَّلاَةِ: «اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إلَى أَرْذَل الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ». رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa meminta perlindungan kepada Allah saat dubur shalat, ‘ALLOHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UUDZU BIKA MIN AN URODDA ILA ARDZALIL ‘UMUR, WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYAA, WA A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QOBRI’ (artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur).” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 2822]

 

Faedah hadits

  1. Dubur shalat yang dimaksud mengenai waktu membaca doa ini adalah di akhir shalat, sebelum salam atau di akhir shalat, bakda salam. Yang dipilih oleh Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan adalah di akhir shalat, sebelum salam. Sedangkan, Syaikh Muhammad Musthafa Az-Zuhaily menyebutkan bahwa doa ini lebih tepat dibaca bakda salam setelah shalat dan shalat yang dimaksud adalah shalat lima waktu.
  2. Doa ini berisi permintaan agar dilindungi oleh Allah dari BUKHL, yaitu enggan menunaikan yang wajib dari harta padahal mampu untuk mengeluarkannya. Misalnya, enggan menunaikan nafkah dan bayar zakat yang wajib padahal sudah terpenuhi syarat. Sifat ini disebut dengan BUKHL (pelit, kikir).
  3. Doa ini berisi permintaan agar dilindungi oleh Allah dari JUBN. Sifat jubn adalah enggan menunaikan jihad yang wajib, enggan beramar makruf nahi mungkar. Inilah pengertian yang dikemukakan oleh Syaikh Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Sedangkan menurut Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan, makna sifat jubn adalah lemahnya hati sehingga seseorang enggan maju melakukan sesuatu yang mulia, seperti jihad, menyatakan yang benar, amar makruf nahi mungkar, dan hal lain yang akan memuliakan Islam dan umat Islam.
  4. Doa ini berisi permintaan agar dilindungi oleh Allah dari AN URODDA ILA ARDZALIL ‘UMUR. Ardzalil ‘umur berarti ketuaan, kepikunan. Artinya, doa ini meminta perlindungan kepada Allah agar tidak jadi pikun, akhirnya keadaannya seperti anak-anak kembali, keadaan tubuh menjadi lemah, sukar mengerti sesuatu, dan sedikit sadar.
  5. Doa ini berisi permintaan agar dilindungi dari FITNAH DUNIA. Maksud fitnah dunia adalah semangatnya hanya pada mengumpulkan dunia sehingga lalai dari menunaikan kewajiban dan terhalangi dari berdzikir kepada Allah. Padahal kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah dan jalan kebahagiaan adalah dengan berdzikir kepada-Nya.
  6. Doa ini berisi permintaan agar dilindungi dari ‘ADZABIL QOBRI, yaitu siksa kubur.

Baca juga: Doa Berlindung Sifat Pelit

 

Kaidah Penting

Kaidah yang lebih baik dalam masalah doa dan dzikir: doa pada dubur shalat, letaknya adalah pada akhir shalat, sebelum salam. Sedangkan, letak dzikir adalah bakda salam.

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring.” (QS. An-Nisaa’: 103).

Inilah kaidah yang dianut oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ah Al-Fatawa (22:518-519), dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam Zaad Al-Ma’ad (1:257-305), dan pendapat ini dipilih oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz.

Baca juga: Dzikir Bakda Shalat

Namun, ada beberapa bacaan berisi doa yang sudah ditentukan bakda salam seperti istighfar (memohon ampun kepada Allah) sebanyak tiga kali. Juga ada doa sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُوْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ، قَالَ: فَسَمِعْتُهُ يَقُوْلُ: «رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ

Jika kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami sangat suka ketika menoleh ke kanan, lantas wajah beliau menghadap kami. Ia berkata, ‘Aku mendengar beliau membaca doa, ‘ROBBI QINII ‘ADZAABAK YAUMA TAB’ATSU AW TAJMA’U IBAADAK (artinya: Rabbku, selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan atau mengumpulkan hamba-hamba-Mu).’” (HR. Muslim, no. 709). Secara tekstual, doa ini dipahami sebagai doa bakda salam. Namun, Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa riwayat ini syadz (menyelisihi riwayat lain yang lebih kuat). Hadits ini jika dilihat dari berbagai jalur mengandung doa semacam itu, tetapi dibaca sebelum tidur. Lihat Ash-Shahihah, 6/1/589.

Baca juga:

 

Referensi

  • Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:522-523.
  • Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:185-188.

Selasa sore, 23 Syawal 1443 H, 24 Mei 2022

@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button