Home / Tafsir Al Qur'an / Renungan #12, Sedekah Membawa Ketenangan

Renungan #12, Sedekah Membawa Ketenangan

Sedekah membawa ketenangan, benarkah?

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)

 

Faedah yang bisa diambil dari ayat di atas:

  • Ayat yang mulia ini membicarakan tentang orang yang menyedekahkan hartanya siang dan malam sesuai dengan hajat dan maslahat.
  • Dianjurkan bersedekah dalam keadaan sembunyi-sembunyi, kadang dalam keadaan terang-terangan.
  • Dalam ayat ini didahulukan bersedekah dengan diam-diam, baru disebutkan setelahnya bersedekah dengan terang-terangan. Karena bersedekah dengan diam-diam itu lebih ikhlas.
  • Jika ada maslahat untuk bersedekah terang-terangan, maka lebih afdhal bersedekah terang-terangan misalnya menjadi contoh bagi orang lain atau sebagai pelopor dalam sunnah hasanah (ajaran yang baik).
  • Orang yang bersedekah akan mendapatkan ganjaran.
  • Pahala bersedekah itu begitu besar karena pahalanya disandarkan pada Allah.
  • Pengakuan bahwa Allah memiliki sifat rububiyah dengan memberikan pahala pada orang yang beramal shalih.
  • Orang yang bersedekah akan selalu tenang, tidak penuh rasa khawatir untuk masa depannya dan tidak bersedih dengan apa yang ia tinggalkan di masa silam.

Semoga faedah ayat ini bermanfaat. Semoga semakin semangat untuk merenungkan Al-Qur’an.

 

Referensi:

Ahkam Al-Qur’an Al-Karim. Cetakan pertama, tahun 1428 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madar Al-Wathan Al-Islami.

Disusun @ Perpus DS, Panggang, Gunungkidul, Malam Rabu, 12 Ramadhan 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Faedah Surat Yasin: Nasib Sial Karena Siapa

Nasib sial karena siapa? Apakah karena bertemu dengan tanggal, angka, bulan sial atau memang karena kesalahan kita sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *