Home / Jalan Kebenaran / Prinsip Beragama: Yang Diikuti Bukanlah Orang yang Hidup

Prinsip Beragama: Yang Diikuti Bukanlah Orang yang Hidup

Prinsip berharga dalam beragama, hendaklah yang diikuti bukanlah orang yang hidup namun orang yang telah tiada. Karena yang hidup tidaklah aman dari fitnah, sekarang ia beriman, bisa jadi besok malah jadi penduduk neraka?

Lalu siapa yang diikuti?

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata,

إياكم والاستنان بالرجال ؛ فإن الرجل يعمل بعمل أهل الجنة ثم ينقلب لعلم الله فيه فيعمل بعمل أهل النار فيموت وهو من أهل النار ، وإن الرجل ليعمل بعمل أهل النار فينقلب لعلم الله فيه فيعمل بعمل أهل الجنة فيموت وهو من أهل الجنة ، فإن كنتم لا بد فاعلين فبالأموات لا بالأحياء

“Hati-hatilah dalam mengikuti seseorang.

Karena seseorang bisa nampak beramalan seperti amalan penduduk surga kemudian karena ketentuan Allah, ia menjadi beramal dengan amalan penduduk neraka lalu ia mati sebagai penduduk neraka.

Ada orang pula yang beramal dengan amalan penduduk neraka kemudian karena ketentuan Allah, ia menjadi beramal dengan amalan penduduk surga lalu ia mati sebagai penduduk surga.

Jika engkau ingin mengikuti, ikutilah yang telah tiada, bukan yang masih ada (hidup).” (Jami’ Bayan Al ‘Almi wa Fadhlih, 2: 168).

Berarti yang lebih pantas diikuti adalah salafush shalih yang telah tiada mendahului kita. Salafush shalih adalah generasi sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini dan mereka berpegang teguh kuat pada kebenaran. Untuk saat ini, ikutilah para ulama dan para ustadz yang prinsipnya adalah memegang Islam yang murni yang sesuai pemahaman salafush shalih. Baca: Mengenal Salaf dan Salafi

Semoga kita semua dimudahkan untuk mengikuti jalan salafush shalih.

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Referensi:

Jami’ Bayan Al-‘Ilmi wa Fadhlih. Cetakan kesepuluh tahun 1433 H. Abu Muhammad Yusuf bin ‘Abdil Barr, Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

 

Ahad, 14 Rajab 1436 H di Shubuh hari penuh barakah @ Darush Sholihin Warak Girisekar Panggang

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Ustadz Menerima Amplop Sampai Memasang Tarif Mahal

Bolehkah seorang dai/ustadz/kyai menerima amplop sampai memasang tarif super tinggi ketika menerima orderan mengisi tausiyah atau pengajian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *