Shalat

Bulughul Maram – Shalat: Doa Ampunan yang Diajarkan pada Abu Bakar, Dibaca Sebelum Salam

Ini adalah doa ampunan yang bisa kita amalkan, dibaca di akhir shalat sebelum salam. Doanya diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sahabat yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq berisi permohonan ampun kepada Allah.

 

Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani

Kitab Shalat

بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ

Bab Sifat Shalat

 

Hadits #319

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيق رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلاَتِي قَالَ: قُلْ: «اللهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah kepadaku doa yang aku baca dalam shalatku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah:

ALLOHUMMA INII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRO, WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA, FAGH-FIR-LII MAGH-FIROTAN MIN ‘INDIK, WARHAM-NII, INNAKA ANTAL GHOFUURUR ROHIIM.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, kasihanilah diriku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705]

 

Faedah hadits

  1. Dalam hadits disebutkan ‘allimnii, yaitu ajarkan kepadaku.
  2. Doa ini bisa dibaca di dalam shalat ketika sujud atau duduk tasyahud akhir. Imam Bukhari membuat judul bab untuk hadits ini “Bab: Doa sebelum salam”. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram mengisyaratkan yang sama.
  3. Zhalim itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempantnya (wadh’u asy-syai’ fii ghairi maw-dhi’ihi). Maksud doa “aku telah menzalimi diriku sendiri” berarti mengakui bahwa diri ini penuh kekurangan lantaran dosa, bisa jadi karena lalai dalam menunaikan yang wajib atau menerjang yang haram. Dalam doa ini diakui bahwa kezaliman yang diperbuat itu jumlahnya banyak atau kadarnya besar.
  4. Fagh-firlii magh-firotan min ‘indik”, maksudnya adalah berdoa agar ditutupi kesalahan dan dimaafkan dosa dari-Mu, Ya Allah. Hal ini menunjukkan keagungan Allah yang menghapuskan dosa dan penghapusan dosa adalah murni karunia Allah, bukan semata-mata dari amalan hamba.
  5. Warhamnii” artinya masukkanlah aku dalam rahmat-Mu.
  6. Innaka antal ghofurur rohiim”, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Nama Allah ini disebut sebagai bentuk pujian kepada Allah yang sesuai dengan isi permintaan dalam doa.
  7. Doa ini berisi pengakuan atas dosa. Kita sebagai hamba sangat butuh ampunan dan rahmat Allah, dan pujian kepada Allah sesuai isi doa.
  8. Setiap mukmin hendaklah mencontoh Abu Bakar Ash-Shiddiq yang ilmu dan amalnya itu sempurna, bahkan ia sudah mendapatkan jaminan masuk surga. Inilah yang menjadi sebab terkabulnya doa dan diterimanya taubat kita selaku hamba, juga agar hati kita semakin baik.
  9. Syaikh Muhammad Az-Zuhaily berkata mengenai hadits ini bahwa kita dianjurkan untuk mencari ilmu dan belajar dari seorang alim. Jangan lupa meminta ilmu pula dalam doa kita dengan doa yang sifatnya jawami’ al-kalim (singkat dan sarat makna).

Baca juga: Doa Meminta Ampunan Versi Abu Bakar Ash-Shiddiq

 

Referensi:

  • Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:173-175.
  • Fiqh Bulugh Al-Maram li Bayaan Al-Ahkaam Asy-Syar’iyyah. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily. Penerbit Maktabah Daar Al-Bayan. 1:516-517.

 

Senin pagi, 16 Ramadhan 1443 H, 18 April 2022

@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button