Shalat

Cara Duduk Tasyahud Akhir Shalat Witir Tiga Rakaat, Iftirasy atau Tawarruk?

Bagaimana cara duduk tasyahud akhir shalat witir tiga rakaat, iftirasy ataukah tawarruk?

Apa itu Duduk Tawarruk dan Duduk Iftirasy?

Duduk iftirasy adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut. Sedangkan duduk tawarruk adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri ke depan (di bawah kaki kanan), dan duduknya di atas tanah/lantai.

Duduk tawarruk ini yang kita biasa saksikan pada tahiyat atau tasyahud akhir dengan kaki keluar, sedangkan duduk iftirasy dengan kaki kiri diduduki seperti tasyahud awal.

Baca juga: Cara Duduk Tasyahud Iftirasy atau Tawaruk

 

Cara Shalat Witir Tiga Rakaat

Cara shalat witir tiga rakaat bisa dengan dua cara yaitu dengan pola tiga rakaat sekaligus salam atau pola dua – satu yaitu dua rakaat dahulu kemudian salam, satu rakaat kemudian salam. Ingat polanya, tiga langsung atau 2 – 1. Dua-duanya sama-sama dibolehkan dan memiliki dalil dalam hal ini sebagai berikut.

1. Mengerjakan tiga rakaat sekaligus lalu salam.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga rakaat sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada rakaat terakhir.” (HR. Al-Baihaqi, 3:28)

2. Mengerjakan tiga rakaat dengan pola 2 – 1 (dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad, 6:83. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih)

Baca juga: Shalat Witir Tiga Rakaat, Bagaimana Melakukannya

 

Duduk Tasyahud Akhir Shalat Witir Tiga Rakaat

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa duduk pada tasyahud awal yaitu dengan duduk iftirasy. Sedangkan duduk pada tasyahud akhir adalah dengan duduk tawarruk. Termasuk pula duduk pada shalat yang hanya dua rakaat (seperti pada shalat Shubuh, -pen), duduk tasyahud akhirnya adalah dengan tawarruk. (Al-Majmu’, 3:298)

Ulama Syafiiyah mengemukakan alasan kenapa duduknya seperti itu berdasarkan hadits dari Abu Humaid ketika menjelaskan tata cara shalat kepada sepuluh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى ، وَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

Jika duduk di rakaat kedua, beliau duduk di kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (baca: duduk iftirasy). Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanannya, duduk di lantai saat itu (baca: duduk tawarruk).” (HR. Bukhari, no. 828). Dalam hadits ini untuk duduk rakaat terakhir, tidak dijelaskan apakah untuk shalat yang hanya dua, tiga atau empat raka’at. Pokoknya, di rakaat terakhir, duduknya adalah tawarruk.

Baca juga: Cara Duduk Tasyahud Akhir, Tawarruk atau Iftirasy

 

Hikmah Duduk Iftirasy dan Tawarruk

Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi bahwa ulama Syafiiyah berpendapat, duduk iftirasy pada tasyahud awal dan duduk tawarruk pada tasyahud akhir agar tidak ada kerancuan mengenai jumlah rakaat. Yang termasuk sunnah adalah memperingan tasyahud awwal dan duduknya adalah dengan iftirasy karena setelah itu lebih mudah untuk berdiri ke rakaat berikutnya. Sedangkan untuk tasyahud kedua (tasyahud akhir) yang disunnahkan adalah diperlama. Sehingga duduknya ketika itu tawarruk. Duduk tawarruk lebih memungkinkan untuk duduk lama, juga bisa memperbanyak do’a kala itu. Makmum masbuk pun akan tahu jika melihat saat itu berada di tasyahud awwal ataukah akhir. (Al-Majmu’, 3:299).

Baca juga: Cara Duduk Tasyahud Awal dan Akhir dari Madzhab Syafii

Kesimpulannya, cara duduk tasyahud akhir shalat witir tiga rakaat sekaligus adalah dengan duduk tawarruk (kaki kiri keluar di bawah kaki kanan). Begitu pula cara duduk tasyahud akhir dengan pola dua satu sama juga dengan duduk tawarruk.

 

Ingat saja kaidah duduk tasyahud dalam madzhab Syafii:

Duduk tasyahud akhir adalah duduk tawarruk (kaki kiri keluar di bawah kaki kanan), berapa pun jumlah rakaatnya (1, 2, 3, 4, dst). Sedangkan duduk selain tasyahud akhir adalah duduk iftirasy (kaki kiri diduduki). Insya-Allah kaidah ini mudah dipahami.

Baca juga: Tata Cara Duduk Tasyahud Awal dari Kitab Manhajus Salikin

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

Jumat saat sahur, 18 Ramadhan 1442 H, 30 April 2021 @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button