Home / Faedah Ilmu / Ini Bahaya Telolet

Ini Bahaya Telolet

 

Video @ Kota Kudus, 25 Rabi’ul Awwal 1438 H

 

Menjadi suatu yang ngetrend saat ini di kalangan anak-anak muda, juga masyarakat secara umum. Mereka sengaja berdiri di pinggiran jalan terutama di jalan-jalan yang dilewati oleh bus besar atau bus pariwisata. Ada yang sengaja memasang tulisan di karton atau kertas “OM TELOLET OM”. Tujuannya adalah agar bus yang lewat bisa membunyikan klakson khasnya. Ada yang bersorak sampai berjoget jika sudah mendengar bunyi TELOLET dari bus tersebut yang menunjukkan ekspresi senang.

Jika kita menjadi pecandu telolet atau ingin beraksi untuk mendengarkan klakson telolet, baiknya mempertimbangkan dua hal berikut:

1- Apakah punya manfaat?

2- Memudaratkan orang lain ataukah tidak?

 

Kenapa sampai dua hal di atas mesti dipertimbangkan? Karena mengingat dua hadits berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari, no. 10; Muslim, no. 41)

Silakan dipertimbangkan, moga Allah beri taufik dan hidayah.

Disusun @ DS, Panggang, Gunungkidul, 26 Rabi’ul Awwal 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Buta Saja Disuruh Pergi ke Masjid Shalat Berjamaah

Bukti bahwa shalat berjamaah itu wajib bahkan sampai pada orang buta sekalipun. Dua hadits ini …

2 comments

  1. Ustadz, izin untuk mengcopy paste semua artikel2 anta, ana mau menterjemahkan ke bahasa inggris untuk berdakwah di blog ana beardedbruh.blogspot.com .. Bolehkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *