Home / Ilmu Ushul

Ilmu Ushul

Kaedah Fikih (20): Dipaksa, Tidak Dikenai Dosa

memaksa_tembak_mati

Kalau dipaksa, maka tidak dikenai dosa. Maksudnya bagaimana?   Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam bait sya’irnya berkata, وَالخَطَاءُ وَالإِكْرَاهُ وَالنِّسْيَانُ أَسْقَطَهُ مَعْبُوْدُنَا الرَّحْمَانُ لَكِنْ مَعَ الإِتْلاَفِ يَثْبُتُ البَدَلُ وَيَنْتَفِي التَّأْثِيْمُ عَنْهُ وَالزَّلَلُ Tidak sengaja, dipaksa dan lupa, Maka Allah -sesembahan kita yang Maha Pengasih- menggugurkan dosa Akan tetapi jika ada penghancuran, …

Baca Selanjutnya »

Tidak Tahu, Pasti Dimaafkan?

tidak_tahu_bodoh_ilmu

Bisakah orang yang tidak tahu alias bodoh pada suatu amalan dihukumi dosa? Apakah setiap tindakan tidak tahu pasti dimaafkan? Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin pernah ditanya tentang hal ini, “Kebanyakan kami dengar bahwa seseorang bisa diberi uzur karena kebodohan. Kalau memang ada uzur karena tidak tahu, apa syaratnya bisa dikatakan …

Baca Selanjutnya »

Makna Darurat Membolehkan Sesuatu yang Haram

darurat_haram

Apa maksud kaedah darurat membolehkan sesuatu yang haram? Apakah dalam keadaan darurat boleh berobat dengan yang haram? Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah memberikan penjelasan singkat dalam fatawa Nur ‘ala Ad-Darb tentang kaedah ini. Kaedah ini bermakna, jika seseorang berada dalam keadaan darurat untuk menerjang yang haram untuk menghindarkan …

Baca Selanjutnya »