Tafsir Al Qur'an

Setelah Zakariya Dikabarkan Akan Punya Anak di Usia Tua

Pelajaran dari Surat Maryam (seri 4): Setelah Nabi Zakariya dikabarkan berita akan memperoleh anak, ia pun meminta agar diberikan tanda. Tanda yang Allah berikan adalah supaya Zakariya tidak berbicara dengan orang-orang selama tiga hari. Namun beliau diperintahkan untuk berdzikir dan bertasbih.

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آَيَةً قَالَ آَيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا (10) فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا (11)

Zakaria berkata: “Ya Rabbku, berilah aku suatu tanda.” Rabb berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 10-11).

Zakariya Butuh Hatinya Tenang

Zakariya tidaklah ragu dengan berita dari Allah bahwa ia akan mendapatkan anak. Namun ia butuh menenangkan hatinya dengan meminta pada Allah suatu tanda. Sebagaimana yang dilakukan oleh kekasih Allah –al kholil- yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, ia meminta pada Allah,

رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي

Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).” (QS. Al Baqarah: 260)

Nabi Zakariya meminta ditambahkan ilmu. Dari ilmu yakin tersebut beranjak ke ‘ainul yakin, yaitu benar-benar melihat dengan mata kepala. Akhirnya, petunjuk yang Zakariya minta dikabulkan oleh Allah.

Zakariya Diberi Petunjuk: Tidak Berbicara Selama Tiga Malam

Allah mengabulkan permintaan Zakariya,

آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam”. Dalam ayat lain disebutkan,

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آَيَةً قَالَ آَيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung).” Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak boleh berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.” (QS. Ali Imran: 41). Maksud ayat ini dan ayat sebelumnya itu sama. Kadang diibaratkan dengan ‘lail’ (malam), kadang diibaratkan dengan ‘yaum’ (hari).

Tidak Bicara pada Orang-Orang Selama Tiga Hari

Ayat ini adalah di antara ayat-ayat yang menakjubkan. Zakariya dilarang berbicara selama tiga hari. Namun untuk dzikir dengan tasbih (subhanallah) dan tahlil (laa ilaha illallah) tidaklah terlarang. Dalam ayat disebutkan,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.”

Dengan dzikir inilah hati menjadi tenang. Dzikir ini sebagai bentuk bersyukur karena telah mendapatkan anak. Lalu Zakariya beri’tikaf di mihrabnya. Beliau pun mengajak kaumnya dengan berisyarat (tanpa kata-kata). Beliau mengajak kaumnya untuk bertasbih atau berdzikir di pagi dan petang hari. Hal ini dikarenakan, anaknya Yahya yang diperolah akan membawa maslahat diniyyah (ukhrowi) bagi seluruhnya, bukan hanya Zakariya saja.

Pelajaran penting yang bisa kita petik, yaitu:

  • segera memenuhi perintah Allah
  • syariat di masa sebelum Islam yang masih membolehkan tidak berkata-kata pada seorang pun
  • adanya keutamaan untuk berdzikir di pagi dan petang.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

 

Referensi:

Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.

Selesai disusun di Hotel Saif At Tawbah Makkah, 05: 11 PM, 7 Rabi’ul Awwal 1436 H

Saudaramu yang mencintaimu karena Allah: Muhammad Abduh Tuasikal

Segera pesan buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang membicarakan masalah natal dan loyal pada non muslim dengan judul “Natal, Hari Raya Siapa?” dan “Kesetiaan pada Non Muslim” di Toko Online Ruwaifi.Com via sms +62 852 00 171 222 atau BB 27EACDF5 atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: buku natal dan kesetiaan#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku. Harga Rp.20.000,- untuk dua buku (belum termasuk ongkir).

Saat ini masjid pesantren binaan Ustadz M. Abduh Tuasikal sedang direnovasi (dijadikan dua lantai) dan membutuhkan dana sekitar 1,5 Milyar rupiah. Dana yang masih kurang untuk pembangunan tahap kedua, dibutuhkan sekitar 850 juta rupiah.

Bagi yang ingin menyalurkan donasi renovasi masjid, silakan ditransfer ke: (1) BCA: 8610123881, (2) BNI Syariah: 0194475165, (3) BSM: 3107011155, (4) BRI: 0029-01-101480-50-9 [semua atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal].

Jika sudah transfer, silakan konfirmasi ke nomor 0823 139 50 500 dengan contoh sms konfirmasi: Rini# Jogja# Rp.3.000.000#BCA#20 Mei 2012#renovasi masjid. Laporan donasi, silakan cek di sini.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button