Shalat

Ampunan Dosa Lewat Shalat Tarawih

Jika seseorang melaksanakan shalat tarawih atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka ia akan mendapatkan pengampunan dosa yang telah lalu. Itulah di antara keutamaan shalat tarawih. Hal ini juga menunjukkan bahwa disebut ikhlas jika seseorang mengharap pahala dari sisi Allah ketika beramal.

Dalam hadits no. 697 dari Bulughul Marom, Ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2009 dan Muslim no. 759).

Sedangkan tambahan dalam riwayat An Nasai dalam Sunan Al Kubro dengan tambahan “wa maa ta-akkhor” adalah tambahan yang dho’if. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abdil Barr, “Itu adalah tambahan munkar dalam hadits Az Zuhri.”

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Hadits tersebut adalah dalil yang menunjukkan keutamaan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih.

2- Shalat tarawih sebab mendapatkan ampunan. Syarat ampunan di bisa shalat tarawih dilaksanakan sesuai yang dituntunkan yaitu atas dasar mengimani janji Allah dan mengharap pahala dari sisi Allah.

3- Hadits ini menunjukkan bahwa amal sholih adalah sebab mendapatkan ampunan dan terhapusnya dosa di sisi Allah. Bahkan dosa besar pun bisa kemungkinan terhapus dengan amalan sholih sebagaimana pendapat Ibnu Taimiyah.

4- Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Sungguh mustahil jika amal dikatakan baik namun diniatkan bukan untuk menggapai ridho Allah. Kita mohon pada Allah semoga diberi taufik untuk menggapai ridhonya dan semoga Allah memperbaiki lahir maupun batin kita.” Lihat Al Istidzkar, 5: 244.

5- Hadits ini juga menunjukkan bahwa jika seseorang beramal ingin mengharap pahala, rahmat serta ampunan Allah, masih disebut ikhlas, bahkan inilah yang dituntunkan. Beda halnya dengan pemahaman orang-orang sufi yang salah kaprah dalam memahami ikhlas.

6- Ibnu Rajab berkata bahwa pengampunan dosa di sini diperoleh jika bulan Ramadhan itu sudah sempurna. Lihat Lathoiful Ma’arif, hal. 365.

Semoga Allah memberi taufik untuk menyempurnakan shalat tarawih hingga akhir Ramadhan.

 

Referensi:

Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 5: 51-52.

Lathoif Al Ma’arif fii Maa Limawasimil ‘Aam minal Wazhoif, Ibnu Rajab Al Hambali, terbitan Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, tahun 1428 H.

@ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Kamis pagi menjelang Zhuhur, 16 Ramadhan 1434 H

Artikel Rumaysho.Com

 

Silakan follow status kami via Twitter @RumayshoCom, FB Muhammad Abduh Tuasikal dan FB Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button