Zakat

Begini Cara Menghitung Zakat Penghasilan yang Tepat, Simpanan 6 Juta Rupiah Sudah Kena Zakat

Enam juta rupiah simpanan Anda sudah terkena zakat. Bagaimana bisa?

 

 

Begini perhitungannya?

*Harga perak: Rp.10.000,-/ gram. Nishab perak = 595 gram = hampir 6 juta rupiah.

*Ini tergantung dengan harga perak ter-update.

Setiap simpanan mata uang dan nilai stok barang dagangan yang telah mencapai 6 juta rupiah dan bertahan selama setahun hijriah (HAUL), maka terkena zakat 2,5%. 

 

Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan

Misalnya, harta yang tersimpan sejak mulai usaha atau mulai bekerja:

− Tahun 1442 H, Muharram: Rp2.000.000,-

− Safar: Rp2.000.000,-

− Rabiul Awwal: Rp1.000.000,-

− Rabiuts Tsani: Rp1.000.000,- (sudah mencapai nishob perak, 6 juta rupiah)

Berarti yang dijadikan awal haul adalah bulan Rabiuts Tsani.

Jadinya, perhitungan haul (satu tahun) dimulai dari Rabiuts Tsani 1442 H dan Rabiuts Tsani tahun berikut wajib zakat.

− Jumadal Ula: Rp1.000.000,-

− Jumadal Akhir: Rp2.000.000,-

− Rajab: Rp1.000.000,-

− Syakban: Rp1.000.000,- 

− Ramadhan: Rp2.000.000,-

− Syawal: Rp2.000.000,-

− Dzulqadah: Rp3.000.000,-

− Dzulhijjah: Rp2.000.000,- 

− Pada tahun 1443 H, Muharram: Rp3.000.000,-

− Safar: Rp2.000.000,-

− Rabiul Awwal: Rp1.000.000,-

− Rabiuts Tsani: Rp2.000.000,-

Pada awal Rabi’uts Tsani 1443 H, total harta simpanan =  Rp28.000.000,-

Zakat yang dikeluarkan = 1/40 x Rp28.000.000,- = Rp700.000,-

 

Alasan Menggunakan Nishab Perak Sudah Terkena Zakat

*Menggunakan standar nishab perak karena itulah yang lebih maslahat untuk orang miskin. Demikian fatwa dari beberapa lembaga fikih seperti:

  • Al-Lajnah Ad-Daimah Kerajaan Saudi Arabia, 
  • Hay’ah Kibaar Al-‘Ulama di Kerajaan Saudi Arabia, 
  • Al-Majma’ Al-Fiqh Al-Islamiy At-Taabi’ li Raabith Al-‘Aalam Al-Islamiy.

Nishab mata uang adalah nishab yang terendah dari emas atau perak. 

Nishab perak itu 595 gram perak (sekitar 6 juta rupiah), sedangkan nishab emas adalah 85 gram emas murni (sekitar 85 juta rupiah). Nishab terendah adalah nishab perak, itulah yang digunakan sebagai nishab mata uang.

Baca juga: Kenapa Zakat Mata Uang dengan Menggunakan Nishab Perak?

 

Kaidah Penting Terkait Zakat Berupa Uang

  • Zakat itu dikeluarkan ketika memenuhi dua syarat penting: (1) telah mencapai nishab, (2) telah bertahan dari nishab selama haul (setahun hijriyah).
  • Kalau di tengah tahun, harta turun dari nilai nishab, maka dihitung lagi haul awal ketika nishab tercapai.
  • Zakat uang itu dihitung dari yang tersimpan, bukan dari pemasukan dan pengeluaran.
  • Biasakan tentukan bulan tertentu untuk bayar zakat (sebagai haul), misalnya SYAKBAN (karena zakat itu tidak mesti menunggu Ramadhan), maka semua harta tersimpan baik yang sudah mencapai haul atau ada yang baru masuk terhitung zakatnya pada bulan Syakban.

JANGAN LUPA BAYAR ZAKAT YAH!

 

Ulasan lengkap tentang zakat di Rumaysho:

Hukum Islam – Zakat

 

Silakan unduh buku terbaru (dalam bentukPDF):

Panduan Praktis Zakat Maal Kontemporer

 

Info zakat #rumayshopeduli: 0811267791

 

Diselesaikan Rabu sore, 18 Ramadhan 1443 H, 20 April 2022

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

 

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button