Home Amalan Doa Agar Mendapatkan Ilham Berupa Petunjuk

Doa Agar Mendapatkan Ilham Berupa Petunjuk

2060
0

Doa ini bagus diamalkan untuk mendapatkan ilham berupa petunjuk.

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)

بَاب الأَمْرِ بِالدُّعَاءِ وَفَضْلِهِ وَبَيَانِ جُمَلِ مِنْ أَدْعِيَّتِهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-

Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaannya serta penjelasan beberapa doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

 

Hadits #1487

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ الحُصَينِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَلَّمَ أبَاهُ حُصَيْناً كَلِمَتَيْنِ يَدْعُو بِهِمَا : (( اللَّهُمَّ أَلْهِمْني رُشْدِي ، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Dari ‘Imran bin Al-Hushain radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan ayah dari ‘Imran dua kalimat yang digunakan berdoa dengannya yaitu: ALLOHUMMA ALHIMNII RUSYDII WA A’IDZNII MIN SYARRI NAFSII (artinya: Ya Allah, berilah ilham kepadaku berupa petunjuk dan lindungilah aku dari kejelekan diriku). (HR. Tirmidzi, ia katakan hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3483. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa sanad hadits ini bersambung dengan para perawi yang dhaif, yang tidak dianggap).

 

Keterangan hadits

AR-RUSYD adalah lawan dari kesesatan dan penyimpangan.

A’IDZNII artinya lindungilah aku.

 

Faedah hadits

  1. Wajib meminta perlindungan dari kejelekan diri dan kejelekan amalan kita. Ada hadits sahih yang menunjukkan seperti ini seperti dalam khutbah hajah.

Bacaan dalam khutbah hajah di antaranya,

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

“Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, mohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Serta kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejelekan jiwa kami dan dari keburukan amalan kami.” (HR. Ahmad dan lainnya. Syaikh Al-Albani mengumpulkan sanad-sanad hadits ini di dalam sebuah kitab kecil dengan judul Khutbah Hajah).

  1. Seseorang mendapatkan taufik ketika Allah tidaklah menyandarkan pada dirinya walau sekejap mata.
  2. Sebaliknya seseorang menjadi celaka ketika ia menyandarkan urusan pada dirinya sendiri, ia hanyalah binasa karena bersandar pada sesuatu yang jelek.

 

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

 

Baca Juga:

 


 

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

 

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here