Beranda Belajar Islam Amalan Doa dari Orang yang Kesulitan

Doa dari Orang yang Kesulitan

531
0

 

Allah begitu mendengar doa dari orang yang mengalami kesulitan dan mudah mengabulkannya. Pelajarannya adalah hendaklah kita berdoa dalam keadaan butuh kepada Allah.

Coba gali dari pelajaran kitab Riyadhus Sholihin berikut ini.

 

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa), Bab 250. Keutamaan Doa

 

Ayat Keempat:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)

 

Penjelasan Ayat

Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan ayat di atas, siapa lagi yang dapat memperkenankan doa orang yang kesulitan dan menghilangkan kemudaratan. Lihat Zaad Al-Masiir, 6:187.

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa yang dibicarakan dalam ayat adalah orang yang tertimpa kesulitan dan berharap terangkat dari musibah. Juga Ibnu Katsir menyatakan bahwa siapa lagi yang dapat memperkenankan doa orang yang sedang terkena mudarat selain Allah, begitu pula siapa yang dapat menghilangkan kesulitan selain Dia. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:684.

Syaikh As-Sa’di menyatakan, “Siapa yang bisa mengabulkan permintaan orang yang sedang mengalami kesulitan dan melepaskan dari musibah tersebut, bukankah Allah semata yang mampu?” Lihat Tafsir As-Sa’di, hlm. 642.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi:

  1. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim li Al-Imam Ibnu Katsir. Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  3. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, Tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
  4. Zaad Al-Masiir fii ‘Ilmi At-Tafsiir.Cetakan keempat, Tahun 1407 H. Abul Faraj Jamaluddin ‘Abdurrahman bin ‘Ali bin Muhammad Al-Jauzi Al-Qurasyi Al-Baghdadi. Penerbit Al-Maktab Al-Islami.

Diselesaikan saat safar ke Jakarta, 18 Jumadal Ula 1440 H (24 Januari 2019)

Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

Artikel Rumaysho.Com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini