Beranda Belajar Islam Amalan Dzikir Petang Ini untuk Mendapatkan Perlindungan dari Bahaya

Dzikir Petang Ini untuk Mendapatkan Perlindungan dari Bahaya

46
0

 

Coba praktikkan dzikir ini pada petang hari, pasti kita akan mendapatkan perlindungan dari bahaya.

 

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 248. Dzikir Ketika Pagi dan Petang Hari

 

Hadits #1452

وعَنهُ قَالَ: جاءَ رجُلٌ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَقَالَ: يَا رسُول اللَّهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْربٍ لَدغَتني البارِحةَ، قَالَ: “أَما لَو قُلتَ حِينَ أمْسيت: أعُوذُ بِكَلماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ منْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرَّك” رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, semalam aku menemukan seekor kalajengking yang menyengatku.” Beliau bersabda, “Seandainya engkau mengucapkan ini saat sore hari, ‘AUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ’ (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah Dia ciptakan, pasti kalajengking itu tidak akan membahayakanmu.” (HR. Muslim, no. 2709)

 

Faedah Hadits

 

  1. Mengenai pengertian kalimat yang sempurna, ada yang memaknakan dengan kalimat yang tidak ada kekurangan dan aib. Ada juga yang menyatakan kalimat yang bermanfaat dan penyembuh. Ada yang memaknakan dengan Al-Qur’an. Lihat Syarh Shahih Muslim, 17:29.
  2. Hendaknya setiap hamba bergantung penuh kepada Allah untuk selamat dari setiap kejelekan, hasad, dan hal-hal yang melampaui batas.
  3. Boleh meminta perlindungan dengan kalamullah yang sempurna. Ini berarti kalamullah (firman Allah) itu sifat, bukanlah makhluk. Karena kita tidak boleh meminta perlindungan pada makhluk.
  4. Kalimat ini akan melindungi hamba dari kejelekan makhluk, dari setiap yang mengganggu, hawa, dan syahwat.

 

Referensi:

  1. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
  2. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Diselesaikan di Darush Sholihin Panggang (Perpus Rumaysho), Kamis sore, 25 Dzulhijjah 1439 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini