Aqidah

Tsalatsatul Ushul: Mengenal Tiga Landasan Utama

 

Apa itu tiga landasan utama?

 

Pertemuan #03

Akidah

MENGENAL TIGA LANDASAN UTAMA

 

Pembahasan tiga landasan utama adalah bahasan yang diambil dari risalah atau kitab sederhana karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah (1115 – 1206 H).

 

Apa keistimewaan kitab Tsalatsatul Ushul?

  1. Mudah untuk dipelajari.
  2. Setiap menyebutkan permasalahan, Syaikh Muhammad rahimahullah menyertakan dengan dalil.
  3. Masalah disebutkan secara sistematik, juga disebutkan penjelasan.
  4. Kitab ini banyak berisi doa yang ditujukan pada yang membaca dan mendengar tulisan ini.

 

Apa isi kitab Tsalatsatul Ushul?

Kitab ini berisi pertanyaan kubur.

 

Apa saja pertanyaan tersebut?

  1. Siapa Rabbmu?
  2. Apa agamamu?
  3. Siapa Nabimu?

 

Namun, tentu saja yang bisa menjawab tiga pertanyaan ini adalah yang punya keyakinan yang benar kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja caranya adalah dengan mengilmui tiga hal tersebut, mengamalkannya, mendakwahkannya, serta bersabar dalam berilmu, beramal, dan berdakwah.

Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu Syaikh hafizhahullah menyatakan bahwa kitab Tsalatsatul Ushul adalah kitab penting untuk dipelajari dan para ulama sangat perhatian sekali terhadap kitab tersebut dengan memberikan penjelasan. Kitab ini dijadikan awal kitab yang dijelaskan. Apa alasannya?

Kesimpulan dari penjelasan Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah, bahwasanya kitab ini adalah kitab ringkasan. Dalam belajar diawali dari mempelajari kitab-kitab sederhana. Itu alasan pertama. Alasan kedua, kitab ini berisi pertanyaan alam kubur. Itulah yang dikenal dengan tiga landasan utama, yaitu mengenal Allah, mengenal Islam dengan dalil, dan mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiga hal ini termasuk landasan tauhid dan agama.

Dalil dari tiga pertanyaan kubur ini adalah hadits dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu disebutkan di dalamnya,

“Ketika itu dua malaikat mendatangi (orang yang berada di alam kubur), lalu mendudukkannya, kemudian kedua malaikat itu bertanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Rabbku Allah.’ Lalu ditanya lagi oleh kedua malaikat tersebut, ‘Apa agamamu?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Agamaku Islam.’ Lalu ditanya lagi oleh kedua malaikat tersebut, ‘Siapa Nabi yang diutus di tengah-tengah kalian?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa landasan ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku telah membaca Kitabullah, aku mengimaninya dan membenarkannya.’” (HR. Abu Daud, no. 4753; Ahmad, 4:287; At-Targhib wa At-Tarhib oleh Al-Mundziri, 4:196. Asal hadits ini dalam Shahih Bukhari, no. 1369, 4699 dan Shahih Muslim, no. 2870)

Dalam pembahasan berikutnya akan masuk dalam matan Tsalatsatul Ushul. Semoga terus meraih ilmu yang bermanfaat.

 

Referensi:

  1. Syarh Tsalatsah Al-Ushul wa Adillatuhaa wa Al-Qawa’id Al-Arba’. Haytsam bin Muhammad Jamil Sarhan. Penerbit At-Taseel Al-Ilmi.
  2. Syarh Tsalatsah Al-Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu Syaikh. Penerbit Maktabah Dar Al-Hijaz.

 

Diselesaikan di Pesawat Batik, 2 Dzulqa’dah 1439 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

 

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button