Home / Aqidah / Cantik Istri atau Bidadari Surga?

Cantik Istri atau Bidadari Surga?

Apakah Bidadari Itu Cantik Istri Lebih Utama Daripada Bidadari Memilih Istri Atau Bidadari Di Surga Nama Bidadari Paling Cantik Di Surga Tentang Bidadari Surga Di Surat Al Mulk

Banyak hadits menerangkan bahwa istri kita di surga tetap lebih baik dari hurul ‘iin (bidadari surga). Walaupun hadits yang membicarakan hal tersebut dho’if.

Namun para ulama menerangkan bahwa istri kita lebih utama dari bidadari di surga.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin pernah ditanya, apakah istri shalihah di dunia akan menjadi bidadari di surga?

Beliau rahimahullah menjawab,

Istri kita di dunia ketika masuk surga akan lebih baik dari bidadari surga, bahkan istri kita sendiri yang paling disenangi dan paling disukai suaminya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa rombongan yang pertama kali masuk surga berbentuk semisal bulan di malam purnama.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya pula, apakah kecantikan bidadari surga sama dengan istri kita sebagaimana disebut dalam Al-Quran?

Jawab Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, yang nampak, istri kita lebih baik daripada bidadari surga dilihat dari kecantikannya. Demikian disebut dalam Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb 2/4 sebagaimana penomoran Asy-Syamilah

Namun yang perlu diperhatikan bahwa manusia itu bertingkat-tingkat di akhirat. Penduduk surga pun bertingkat-tingkat dalam kenikmatan yang diperoleh.

Semoga Allah memudankan kita memasuki surga dan dimudahkan pada jalan-jalan menuju surga.

 

Referensi:

Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 218912: https://islamqa.info/ar/218912

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Saat menunggu di Adisucipto Airport, 26 Jumadal Ula 1438 H

Artikel Rumaysho.Com

Istri Isteri Dan Bidadari Syurga Hadits2 Tentang Bidadari Surga Bidadari Dari Surga Bidadari Di Surga Dan Istri

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Khutbah Jumat: Tanda Munafik Zaman Ini

Apa tanda munafik masa kini? Coba baca naskah khutbah Jumat berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *