Home / Amalan / Waktu dan Tempat untuk Bershalawat (9)

Waktu dan Tempat untuk Bershalawat (9)

Ada dua tempat lagi yang kita dianjurkan untuk bershalawat pada Nabi, yaitu pada hari Jum’at dan pada saat berdiri dari majelis.

 

16- Pada hari jumat

Di antara waktu terbaik lagi untuk bershalawat adalah pada hari Jum’at.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra. Dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan lighairihi ‘hasan dilihat dari jalur lain’)

 

17- Ketika berdiri dari majelis

Dari ‘Abdurrahman bin Abu Hatim, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al-Qatthan, telah menceritakan padanya ‘Utsman bin ‘Umar, ia berkata bahwa ia mendengar Sufyan bin Sa’id tak terhitung jumlahnya ketika berdiri dari majelis, ia mengucapkan,

صَلَّى اللهُ وَمَلاَئِكَتُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَاءَ اللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ

Semoga Allah memberi shalawat (rahmat) pada Muhammad, begitu pula malaikat-Nya pada  beliau, juga pada nabi Allah dan malaikat-Nya.” (Disebutkan oleh As-Sakhawi dalam Al-Qaul Al-Badi’, hlm. 384. Ia berkata bahwa riwayat tersebut dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dan An-Numairi)

Yang didapati dalam masalah ini hanyalah atsar. Wallahu a’lam.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi:

Jalaa’ Al-Afham fii Fadhli Ash-Shalah wa As-Salaam ‘ala Muhammad Khoir Al-Anam. Cetakan kedua, 1432 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Penerbit Dar Ibnu Katsir.

Jalaa’ Al-Afham fii Fadhli Ash-Shalah wa As-Salaam ‘ala Muhammad Khoir Al-Anam. cetakan ketiga, tahun 1433 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Penerbit Dar ‘Alam Al-Fawaid.

@ DS, Panggang, Gunungkidul, malam 13 Safar 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @RemajaIslam

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Kenapa Kita Disuruh Istighfar Tiga Kali Bada Shalat?

Kenapa kita disuruh beristigfar tiga kali bada shalat?   Kitab Al-Adzkar dari Riyadhus Sholihin, Bab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *