Home / Aqidah / Lalai dari Dzikir Mudah Didekati Setan (1)

Lalai dari Dzikir Mudah Didekati Setan (1)

Siapa Yg Lupa Dari Peringatan Ar Rahman Maka Baginya Syaitan Berpaling Dari Ajaran Islam Siapa Yang Berpaling Dari Pengajaran Tuhan Barang Siapa Yang Lalai Dari Berdzikir Tafsir Nisa

Ayat yang dikaji kali ini menerangkan orang yang lalai dari dzikir. Namun maksud bahasan adalah orang yang lalai dari Al-Qur’an atau peringatan Al-Qur’an. Hukuman baginya adalah akan mudah didekati setan. Apa maksud mudah didekati oleh setan?

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)

Ayat di atas menerangkan tentang orang yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman yaitu Al-Qur’an Al-‘Azhim. Al-Qur’an adalah sebesar-besarnya rahmat yang Allah berikan pada hamba-Nya. Siapa yang menerima peringatan Al-Qur’an, berarti ia telah menerima anugerah yang besar. Sedangkan yang berpaling dan menolak peringatan Al-Qur’an, maka ia sangat-sangat merugi dan tidak akan bahagia selamanya. Akhirnya, setan pun akan menjadi teman dekatnya. Demikian keterangan dari Syaikh As-Sa’di dalam kitab tafsirnya.

Ternyata, yang berpaling dari dzikir dalam ayat tersebut bukanlah dzikir biasa, namun berpaling dari Al-Qur’an. Kata Ibnu Katsir ayat di atas serupa dengan ayat-ayat berikut.

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa’: 115)

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.” (QS. Ash-Shaf: 5)

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” (QS. Fushshilat: 25)

Oleh karena itu, Allah katakan pada ayat selanjutnya,

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Az-Zukhruf: 37)

Ibnu Katsir mengatakan, “Inilah orang yang berpaling dari petunjuk, maka ia akan terus didekati oleh setan untuk menyesatkannya. Setan akan menunjuki dia pada jalan kesesatan.”

Wallahu waliyyut taufiq.

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul @ Darush Sholihin, 23 Syawal 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

Ayat Alquran Tentang Sesiapa.yang Berpaling Dari Allah Apa Yang Di Maksud Lalai Dalam Dzikir Barangsiapa Berpaling Dari Ajaran Al Quran Arti Setan 1 Barangsiapa Yang Berpaling Dari Peringatanku

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Faedah Surat Yasin: Kebinasaan bagi yang Mendustakan Hari Kiamat

Kali ini dibahas Surat Yasin ayat 31-33, menceritakan tentang kebinasaan orang yang mendustakan hari kiamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *