Home / Shalat / Adakah Do’a Khusus Ketika Shalat Dhuha?

Adakah Do’a Khusus Ketika Shalat Dhuha?

Sholat Dhuha Dalam Kajian Sunnah Doa Setelah Sholat Dhuha Shahih Doa Sholat Dhuha Yang Shahih Doa Sesudah Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Doa Setelah Sholat Dhuha Menurut Sunnah

Tanya:

Wahai Syaikh, apakah do’a ini adalah do’a yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dibaca ketika shalat Dhuha’,

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك

Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka”?

Jawab:

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbih, amma ba’du:

Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, namun do’a ini tidak dikatakan sebagai hadits. Kami pun tidak menemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

[Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425]

Kesimpulannya: Do’a di atas bukanlah do’a yang asalnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Intinya, tidak ada do’a khusus yang dibaca ketika itu. Wallahu a’lam.

Baca panduan shalat Dhuha secara lebih lengkap di sini.

 

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

Panggang-GK, 27 Jumadil Awwal 1431 H (11/05/2010)

STYLE–>

Tanya:

Wahai Syaikh, apakah do’a ini adalah do’a yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dibaca ketika shalat Dhuha’,

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك

Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka

Jawab:

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbih, amma ba’du:

Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, namun do’a ini tidak dikatakan sebagai hadits. Kami pun tidak menemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam.

[Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425]

Kesimpulannya: Do’a di atas bukanlah do’a yang asalnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Intinya, tidak ada do’a khusus yang dibaca ketika itu. Wallahu a’lam.

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

Panggang-GK, 27 Jumadil Awwal 1431 H (11/05/2010)

Doa Sholat Dhuha Konsultasi Syariah Adakah Doa Khusus Setelah Sholat Dhuha Hadits Tentang Doa Sholat Dhuha Adakah Dzikir Setelah Sholat Dhuha Bacaan Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Mustajabnya Doa Ketika Sujud

Bagaimana mustajabnya doa ketika sujud?

20 comments

  1. terima kasih ustad.. selama ana belajar tentang ilmu fiqih dan hadist shohih banyak amalan2 yang ana masih salah . dengan situs ni saya banyak belajar diantaranya sholat dhuha. jazakumulloh

  2. Iksan Taufik Hidayanto

    tetapi membaca doa tersebut tetep boleh kan ustad???

  3. Assalaam mualaikum warahmatullah pak Ustad..

    Syukran jazakullah atas artikel tentang shalat dhuha nya,

    Saya ingin sekali blajar tentang Ilmu Wujud atau tauhid,fikih,kitab kuning….kira2 pak ustadz bisa bantu share tentang ilmu tsb kah?……

    Terima kasih.Wassalaam mualaikum Warahmatullah.

  4. Assalamualaikum,

    Saya bingung dengan yang di maksud dengan bid’ah terhadap suatu do’a, apakah kalau do’a yang berasal bukan dari Rasulullah selalu dianggap bid’a ustadz? apakah kita tidak boleh berdo’a dengan bahasa kita sendiri? karena setiap permasalahan yang dihadapi orang2 berbeda-beda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *