Home / Shalat / Hukum Makmum Mengeraskan Bacaan Takbir

Hukum Makmum Mengeraskan Bacaan Takbir

Apa Boleh Kita Sholat Dengan Takbir Yg Keras Saat Sendiri Apa Boleh Shalat Mnjadi Makmum Bersuara Keras Apa Hukum Makmum Mengeraskan Suara Apa Hukum Nya Bila Mamum Mengeraskan Bacaan Solat Nya Apa Hukumnya Makmum Menguatkan Bacaan Sholat Dan Takbirnya

Sering kita menyaksikan seperti ini ketika shalat jamaah. Ketika imam bertakbir ALLAHU AKBAR, makmum pun ikut menyeruakan takbirnya dengan kerasnya. Apakah memang hal seperti ini dianjurkan bagi makmum?

Mari kita lihat fatwa ulama-ulama besar Saudi Arabia yang berada di Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyyah wal Ifta (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) mengenai hal ini.

Fatwa no. 10892

Pertanyaan:
Apabila imam mengucapkan takbiratul ihram Allahu Akbar, lalu makmum yang berada di belakang imam bertakbir Allahu Akbar dengan suara begitu kerasnya. Namun untuk takbir selain takbiratul ihram, mereka tidak mengeraskan suara seperti tadi; apakah mengeraskan suara takbir ketika takbiratul ihram seperti ini dibolehkan?

Jawaban:

Yang disyariatkan bagi imam adalah mengeraskan suaranya pada setiap takbir, sehingga orang-orang yang di belakang imam dapat mendengarnya.

Adapun makmum yang disyariatkan baginya adalah tidak mengeraskan suaranya, baik ketika takbiratul ihram maupun takbir lainnya. Makmum cukup bertakbir dengan suara yang dapat didengarnya sendiri. Bahkan kalau kita nilai, takbir bagi makmum dengan suara keras seperti ini adalah suatu perkara yang diada-adakan dalam agama (alias: bidah) dan bidah adalah suatu hal yang terlarang berdasarkan sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang mengada-ada suatu perkara dalam agama ini yang tidak ada landasan dalam agama ini, maka amalannya tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik. Shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad, pengikut, dan sahabatnya.

Yang menandatangani fatwa ini:

Ketua Lajnah Ad Daimah: Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Dalam fatwa Lajnah yang lain (no. 11317) dijelaskan bahwa makmum tidak perlu menjaherkan (mengeraskan) bacaan takbirnya. Makmum cukup bertakbir dengan suara yang dapat didengarnya sendiri, dengan menggerakkan bibirnya. Begitu juga dengan orang yang shalat sendirian (munfarid), dia tidak perlu menjaherkan takbirnya.

Demikian fatwa lajnah yang kami sarikan.

Semoga kita selalu mendapat ilmu yang bermanfaat dan diberi taufik untuk melakukan amal sholeh.

 

Diposting melalui HP, dari Panggang, Gunung Kidul, pada waktu Ashar, 1 Muharram 1430 H.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel https://rumaysho.com

Apa Hukumnya Makmum Menguatkan Bacaan. Ketika Solat Berjamaah Apa Kah Takbir Raya  Haji Dalam Masjid  Bidahh Apa Makmum Ikut Mengucapkan Takbir Apakah Diikuti Bacaan Allahu Akbar Imam Apakah Hukumnya Makmum Mengeraskan Subara Takbirnya

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Dakwahi Tauhid, Shalat, lalu Zakat

Dakwah Rasul itu bertahap. Mulai dari mengingatkan masalah tauhid, shalat lalu zakat. Juga beliau ingatkan tentang pentingnya shalat dan bahaya meninggalkan shalat.

16 comments

  1. yang saya tahu, ketika imam membaca: samiallahu liman hamidah, makmum membaca: rabbana walahalhamd…

  2. rahmat al utsaimin

    1.apakah makmum tidak perlu membaca “samiallahu liman hamidah” ketika bangkit dari ruku?
    2.apakah makmum masbuq menunggu salam kedua untuk bangkit menyempunakan sholatnya?

    • 1. Makmum juga turut mengucap sami’allahu liman hamidah, itu pendapat terkuat.
      2. Salam kedua, hukumnya sunnah. Jadi makmum sebenarnay boleh bangkit ketika salam pertama. Wallahu a’lam.

  3. assalamualaikum..
    afwan ustd. bagaimana hukumnya jika kita di imami oleh seseorang yang ternyata dia sering memakan daging babi.
    syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *