Beranda Hukum Islam Zakat Konsultasi Zakat 6: Zakat pada Mobil dan Rumah, juga Zakat Tabungan

Konsultasi Zakat 6: Zakat pada Mobil dan Rumah, juga Zakat Tabungan

551
19

Apakah ada zakat pada mobil dan rumah? Bagaimanakah zakat pada tabungan?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb, saya apresiasi cara ustadz menyampaikan pesan melalui dunia maya spt ini dan ternyata cukup efektif smg Allah SWT meridhoi, amin kemudaian saya mau tanya tentang zakat mal bgm menghitungnya, bahwa saya punya rumah, mobil dan tabungan yg tabungan itu sebenarnya untuk kebetuhan anak kuliah, berapa saya hrs mengularkan zakartanya? trima kasih Wassalam wr. wb

(Bapak Basuki dari Kolom Pertanyaan di Buku Tamu)

Jawaban:

Pertama, untuk zakat pada mobil dan rumah sudah dijawab dalam fatwa para ulama berikut.

Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ ditanya, “Apakah ada kewajiban zakat pada mobil? Lalu bagaimana cara mengeluarkannya?”

Jawaban para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah,

“Jika mobil tersebut hanya sekedar dikendarai saja, maka tidak ada zakat. Namun jika ia digunakan untuk mencari keuntungan (didagangkan), maka ia termasuk barang dagangan. Zakatnya dikeluarkan jika sudah sempurna haul (masa satu tahun hijriyah) dihitung sejak mobil tersebut digunakan untuk mencari keuntungan. Zakatnya diambil 2,5% dari qimahnya atau harga mobil tersebut saat pembayaran zakat.” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8: 66)

Karena memang harta yang dikenai zakat adalah harta yang berkembang, bukan harta yang menetap. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ صَدَقَةٌ فِى عَبْدِهِ وَلاَ فَرَسِهِ

Seorang muslim tidak dikenai kewajiban zakat pada budak dan kudanya.” (HR. Bukhari no. 1464)

Dari sini, maka tidak ada zakat pada harta yang disimpan untuk kebutuhan pokok semisal makanan yang disimpan, kendaraan, dan rumah.(Lihat Az Zakat karya guru penulis Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thoyar, hal. 69-70)

Kedua, zakat dari tabungan tetap terkena zakat. Jika tabungan tersebut sudah di atas nishab perak (sekitar 4 juta rupiah) dan telah bertahan satu tahun Hijriyah (satu tahun), maka dikenakan zakat. Zakatnya dihitung dari simpanan yang ada di akhir tahun, lalu dikalikan 2,5% (atau 1/40). Misal di akhir tahun, simpanan dalam tabungan sebesar Rp.40.000.000,- berarti zakatnya adalah Rp.1.000.000,-.

Semoga Allah berikan kepahaman.

Silakan pahami masalah zakat ini dari buku yang telah kami susun “Panduan Mudah Tentang Zakat”, silakan pesan via sms ke no 0852 00 171 222.

Disusun pada malam Selasa di Pesantren Darush Sholihin, 10 Ramadhan 1435 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh TuasikalFans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoComInstagram RumayshoCom

Telah hadir tiga buku terbaru karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc: 1- “Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang”  (Rp.30.000), 2- “Panduan Mudah Tentang Zakat” (Rp.20.000,-), 3- Buku Saku “10 Pelebur Dosa” (Rp.6.000,-), semuanya terbitan Pustaka Muslim Yogyakarta (biaya belum termasuk ongkos kirim).

Segera pesan via sms +62 852 00 171 222 atau BB 2A04EA0F atau WA +62 8222 604 2114. Kirim format pesan: nama buku#nama pemesan#alamat#no HP#jumlah buku.

Print Friendly, PDF & Email

19 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya mau tanya Pak, apakah boleh apabila saya membayarkan uang pajak penghasilan saya tahun lalu (dan menurut peraturan pemerintah terbaru nanti harus dibayarkan perbulan) yang dibayar oleh kantor saya, saya alihkan untuk zakat/sedekah, daripada saya serahkan ke pemerintah?

    Jika boleh, apakah ada badan zakat resmi yang ditunjuk pemerintah untuk itu, dan apakah saya masih harus melaporkan ke dinas pajak mengenai uang yang dizakatkan tersebut?

    Mohon penjelasannya. Jazakallah khair.

  2. Yth Ustadz.
    Semoga Allah mengampuni bila saya keliru. Saya mengeluarkan zakat penghasilan yang saya hitung disetahunkan (bukan saat saya terima setiap bulan) tanpa dikurangi apapun. Dari penghasilan ini juga saya menyisihkan setiap bulan untuk membeli rumah kedua dengan cara mencicil dan baru saja lunas (sebut saja nilai perolehan rumah ini Rp. 200jt). Kemarin rumah ini saya jual senilai Rp. 300jt. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah ada zakat atas penjualan rumah tersebut dan bagaimana cara menghitungnya?.
    Jazakallah khairan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini