Home / Amalan / Koreksi Do’a Lailatul Qadar

Koreksi Do’a Lailatul Qadar

Lailatul Qadar Afuwwun Tuhibbul Allahumma Afuwwun Tuhibbul Afwa Allahumma Afuwwun Karim Doa Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam– sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah.

Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”[1]

Dalam beberapa tulisan kami di muslim.or.id, pengusahamuslim.com, buletin dakwah at tauhid dan buku panduan Ramadhan, kami sengaja mencantumkan do’a di atas namun dengan lafazh tambahan “kariim”. Sehingga lafazh selengkapnya “Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu anni”.
Namun setelah kami pelajari dan menemukan keterangan dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam “Tarooju’at Al ‘Alamah Al Albani fi At Tash-hiih wa At Tadh-‘if[2], hadits ini dikeluarkan oleh At Tirmidzi 3513 dan Syaikh Al Albani sendiri menyebutkan hadits ini dalam Ash Shohihah (7/1011-1012). Dalam penjelasan di dalamnya, Syaikh rahimahullah mengatakan,

تنبيه: وقع في سنن الترمذي بعد قوله: (عفو)، زيادة (كريم)! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة….

“Peringatan:  Terdapat dalam Sunan At Tirmidzi yaitu setelah lafazh ‘afuwwun, ada tambahan “kariim”!. Namun perlu diketahui bahwa tambahan “kariim” di sini tidak ada dasarnya sama sekali dalam berbagai manuskrip kitab-kitab terdahulu.”[3]
Oleh karena itu, dari penjelasan beliau ini, kami merujuk pendapat kami dahulu yang keliru. Sehingga do’a lailatul qadar yang tepat adalah tanpa kata “kariim” menjadi “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni”.
Demikian koreksi kami. Semoga Allah memaafkan segala kekhilafan dan kealpaan kami. Semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah.

 

Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
https://rumaysho.com

Footnote:


[1]  HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[2]  Kitab beliau ini berisi ralat beliau terhadap hadits-hadits yang pernah beliau shahih atau dho’ifkan.
[3]  Lihat Tarooju’at Al ‘Alamah Al Albani fi At Tash-hiih wa At Tadh-‘if, no. 25, hal. 39, Asy Syamilah

Allahuma Innaka Affuwun Allahumma Afuwwun Tuhibbul Allahuma Innaka Afuwun Lailatul Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Hadith

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Duduk dalam Majelis Ilmu

Inilah keutamaan duduk dalam majelis ilmu.

One comment

  1. Terima kasih Ustadz, bermanfaat pada enam tahun kemudian dan kelak, insyaAllah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *