Beranda Hukum Islam Haji Umrah Sudah Tahu Tentang Seluk Beluk Kota Madinah?

Sudah Tahu Tentang Seluk Beluk Kota Madinah?

124
0

Ada beberapa catatan penting tentang seluk beluk kota Madinah. Silakan pelajari dari beberapa point berikut ini.

 

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah dari Makkah menuju Madinah dan Madinah dijadikan tempat berdakwah.
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kota Madinah dengan keberkahan dan menjadikannya kota kedua dari tanah suci (Al-Haramain).
  3. Beliau tinggal di Madinah sepuluh tahun terakhir dari masa hidup beliau dan beliau dikuburkan di kota Madinah, di rumah Aisyah.
  4. Siapa yang meninggal dunia di kota Madinah, ada kabar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia akan mudah mendapatkan syafa’at dari beliau.
  5. Sudah dijamin bahwa kota Madinah tidak akan dimasuki Dajjal dan Tha’un (wabah penyakit).
  6. Di antara keutamaan kota Madinah adalah iman itu terkumpul di kota Madinah. (HR. Bukhari, no. 1876)
  7. Di kota Madinah inilah, setiap jengkalnya ada situs-situs bersejarah. Dari situs-situs tersebut kita bisa gali pelajaran-pelajaran berharga.
  8. Situs bersejarah terpenting di kota Madinah dimulai dari Masjid An-Nabawi Asy-Syarif, Masjid Quba’, Masjid Al-Jum’ah, dan beberapa masjid lainnya yang Rasul dan para sahabat pernah shalat di sana.
  9. Diceritakan bagaimanakah penghormatan kaum Anshar yang asli Madinah terhadap kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah, tergambarkan bagaimana kecintaan hingga sikap mereka untuk berbuat itsar (mendahulukan kepentingan orang lain padahal mereka sendiri butuh).
  10. Karena pentingnya masjid Nabawi, Al-Malik Fahd bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Su’ud rahimahullah mulai memperhatikannya untuk direnovasi besar-besaran pada tahun 1414 H.
  11. Dalam hadits diriwayatkan dalam shahih Muslim disebutkan bahwa siapa saja yang melakukan bid’ah atau menyembunyikan pelaku bid’ah, maka baginya laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya. (HR. Muslim, no. 1370)
  12. Batasan Kota Madinah: batas selatan adalah Jabal ‘Ayr, batas utara adalah Jabal Tsaur (dekat dengan Jabal Uhud), batas timur adalah Harrah Syarqiyyah, batas barat adalah Harrah Gharbiyyah.
  13. Jarak batas utara dan selatan dari kota Madinah adalah 15 km.
  14. Jabal ‘Ayr adalah gunung terbesar kedua di kota Madinah setelah Gunung Uhud. Jaraknya dari Masjid Nabawi sekitar 8,5 km.
  15. Jabal Tsaur berjarak 8 km dari Masjid Nabawi, dan 15 km dari Jabal ‘Ayr.
  16. Ada 161 tanda di berbagai penjuru Madinah yang dibuat oleh Kementrian Dalam Negeri Kerajaan Saudi Arabia untuk menunjukkan batas daerah tanah haram dari kota Madinah sehingga tanda tersebut bisa disaksikan ketika di darat maupun di udara.
  17. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki Kota Madinah beliau berdoa: “Ya Allah, jadikanlah Madinah mencintai kami, sebagaimana engkau menjadikan Makkah atau jadikan ia lebih mencintai kami, berilah kami kesehatan di dalamnya, berkahilah kami dalam perdagangan dengan sha’ dan mud. Dan jauhkan wabah penyakit dari kota ini ke Al-Juhfah.” (HR. Bukhari, no. 1889 dan Muslim, no. 1376)
  18. Di antara sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja yang mampu di antara kalian untuk mati di kota Madinah, maka lakukanlah. Aku jadi saksi bagi siapa saja yang mati di Madinah.” (HR. Ibnu Majah, no. 3112)
  19. Amirul Mukminin Umar radhiyallahu ‘anhu berdoa, “ALLOHUMMARZUQNII SYAHADAH FII SABIILIK, WAJ’AL MAWTII FII BALADI ROSUULIK” (Ya Allah berikan rezeki kepadaku dengan mati syahid di jalan-Mu, dan matikanlah aku di negeri rasul-Mu.” (HR. Bukhari, no. 1890)
  20. Di kuburan Baqi’ dimakamkan sekitar 10.000 sahabat, termasuk di dalamnya terdapat kubur istri dan puteri-puteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di Baqi’ terdapat kubur Fathimah Az-Zahra’, Hasan bin ‘Ali, Al-‘Abbas, Ja’far, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Imam Malik, Ibrahim putera Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Utsman bin ‘Affan, dan Abu Sa’id Al-Khudri.
  21. Disunnahkan menziarahi kuburan Baqi’ dan bisa membaca doa seperti yang dibacakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ASSALAMU’ALAIKUM DAAR QOUM MU’MININ, WA ATAAKUM MAA TUU’ADUUN GHADAN MUAJJALUN, WA INNA INSYA-ALLAH BIKUM LAAHIQUUN, ALLOHUMMAGHFIR LI AHLIL BAQI’ AL-GHORQOD. (HR. Muslim)
  22. Di antara keutamaan kota Madinah adalah disebut Thiybah atau Thaabah artinya tanah yang subur (bagus), dan kurma di sana sangat diberkahi. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang memakan tujuh butir kurma Madinah ketika pagi hari, maka tidak ada racun yang akan memudaratkannya.” (HR. Muslim, no. 2047). Dalam hadits ini disebutkan umum, yaitu umumnya kurma, namun dalam hadits lain disebutkan dengan kurma ‘Ajwa.
  23. Berkahnya tanah kota Madinah, ketika ada yang luka bisa mempraktikkan dengan menyentuh tanahnya dengan jari telunjuk lalu membaca: BISMILLAH TURBATU ARDHINAA, BIRIIQOTI BA’DHINAA LIYUSYFAA BIHI SAQIIMUNAA BI IDZNI ROBBINAA. (HR. Muslim, no. 2194)

Disusun dari Buku Tarikh Al-Madinah Al-Munawwarah (Al-Mushawwar) karya Muhammad Ilyas ‘Abdul Ghani, Cetakan pertama, Tahun 1424 H.

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Saudia Airlines, 5 Shafar 1440 H (14 Oktober 2018)

Umrah bersama Nur Ramadhan Wisata

Artikel Rumaysho.Com

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini