Home / Shalat / Ngeri Ada Dua Tanduk Setan Saat Matahari Terbit dan Tenggelam

Ngeri Ada Dua Tanduk Setan Saat Matahari Terbit dan Tenggelam

Apa yang dimaksud dua tanduk setan saat matahari terbit dan tenggelam?

Di antara alasan terlarang shalat di waktu terlarang (saat matahari terbit dan tenggelam) adalah karena saat itu muncul tanduk setan sebagaimana keterangan dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُصَلُّوْا عِنْدَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَلاَ عِنْدَ غُرُوْبِهَا ؛ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ وَتَغْرُبُ عَلَى قَرْنِ شَيْطَانٍ وَصَلُّوْا بَيْنَ ذَلِكَ مَا شِئْتُمْ

Janganlah shalat ketika matahari terbit dan janganlah shalat ketika matahari tenggelam karena ketika itu matahari terbit dan tenggelam di atas tanduk setan. Shalatlah di antara itu semau kamu.” (HR. Abu Ya’la dalam musnadnya, 2/200 dan Al-Bazzar, 1/293/613. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 314 mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dan ingat, shalat yang dilakukan ketika matahari akan tenggelam itulah shalat orang munafik. Perhatikan hadits berikut.

Dari Al-‘Alaa’ bin ‘Abdurrahman, bahwasanya ia pernah menemui Anas bin Malik di rumahnya di Bashroh ketika beliau selesai dari shalat Zhuhur. Rumah beliau berada di samping masjid.

Ketika Al-Alaa’ bertemu dengan Anas, Anas bertanya, “Apakah kalian sudah shalat ‘Ashar?”

“Kami baru saja selesai dari shalat Zhuhur”, jawab Al-‘Alaa.

Anas memerintahkan mereka untuk shalat ‘Ashar. Setelah mereka shalat, Anas berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً

Ini adalah shalat orang munafik. Ia duduk hingga matahari berada antara dua tanduk setan. Lalu ia mengerjakan shalat ‘Ashar empat raka’at dengan cepatnya. Ia hanyalah mengingat Allah dalam waktu yang sedikit.” (HR. Muslim, no. 622).

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai menyebut inilah shalat orang munafik sebagai celaan bagi orang yang mengakhirkan shalat ‘Ashar tanpa uzur. Karena dalam hadits disebutkan bahwa mereka duduk-duduk hingga matahari akan tenggelam.

Dua tanduk setan yang dimaksud adalah secara hakikat seperti itu, menurut sebagian ulama yang memaknakan secara tekstual. Ada juga yang mengatakan bahwa ketika itu ada orang kafir yang sujud pada matahari. Ada juga maksud lainnya sebagaimana disebut dalam Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi, 5: 110.

 

Baca juga artikel berikut:

Benarkah Ada Tanduk Setan Saat Matahari Terbit dan Tenggelam?

Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.

@ DS Panggang, Gunungkidul, Rabu Sore, 20 Sya’ban 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)

Fans Page Facebook Rumasyho.Com | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom | Channel Youtube Rumaysho TV

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Ini Doa Malaikat bagi yang Berjamaah di Masjid

Ini doa malaikat bagi yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

2 comments

  1. Abdullah Andrianto

    Mksdx pukul berapa yg ga boleh sholat atau wktu apa tepatx?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *