Home / Artikel Terhangat / Belajar Qurban di Sekolah

Belajar Qurban di Sekolah

Apakah boleh satu kambing atas urunan anak-anak satu kelas atau satu sekolah dijadikan qurban? Misal masing-masing anak iuran 20.000 sehingga mendapatkan 2 juta rupiah lalu dibelikan satu ekor kambing untuk qurban.

 

Soal:

01. Assalamu’alaikum ustadz, ana dipercaya menjadi ketua panitia Qurban di sekolah, pelaksanaannya dilakukan urunan perkelas untuk membeli 1 kambing, dan atas nama kelas tersebut, saya menghadap ke kepsek, pak bagaimana nih, kan 1 kambing hanya boleh untuk 1 orang saja, kepsek menjawab, ini untuk pembelajaran saja bagi anak anak, yg penting niat kita lillahi ta’ala, masalah qurban ini diterima atau tidaknya itu terserah Allah. Mohon bimbingannya, apa yang harus ana lakukan ustadz…???? (Urgent)

[Munajat Sirri, Group Tanya Rumaysho 11]


Jawab:

Kalau untuk pembelajaran boleh. Namun seperti itu tidak disebut qurban, namun pembelajaran qurban.

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142)

Asy Syaukani dalam Nailul Author mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”

Ketentuannya sudah sangat jelas, sehingga kalau qurban itu dari satu kelas yang lebih dari ketentuan di atas, misalnya masing-masing anak menyumbang 20.000 rupiah hingga terkumpul 2 juta lalu dibelikan satu ekor kambing, maka statusnya itu bukan qurban, namun cuma daging biasa.

Wallahu a’lam.

Muhammad Abduh Tuasikal

29 Dzulqa’dah 1437 H

 

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Baca Kitab Tafsir Ternyata Harus Wudhu, Ini Alasannya

Ternyata ada kitab tafsir yang dibaca perlu berwudhu lebih dahulu. Benarkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *