Home / Shalat / Contoh Cacat dalam Membaca Surat Al Fatihah

Contoh Cacat dalam Membaca Surat Al Fatihah

Maksud Merubah Arti Al Fatihah Kesalahan Dalam Membaca Surah Al-fatihah Tanda Sifir Pada Alfatehan Sunnah Kesalahan Membaca Al Fatihah 14 Tasydid Dlm Qs Alfatihah

Contoh Cacat dalam Membaca Al-Fatihah

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni berkata,

Wajib membaca Al-Fatihah secara berurutan dan memperhatikan tasydid, jangan sampai terjadi lahn yang dapat mengubah makna. Jika urutan ayat dan tasydid dalam surat Al-Fatihah itu hilang atau ada lahn yang merubah makna misalnya membaca kalimat menjadi “iyyaki na’budu” atau “an’amtu ‘alaihim” atau membaca menjadi “ahdanash shirothol mustaqim”, maka bacaan tersebut tidaklah dianggap kecuali kalau tidak mampu dalam hal ini.

Pengertian lahn disampaikan oleh Imam Nawawi sebagai berikut.

Imam An-Nawawi menyebutkan dalam kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur’an hlm. 89,

“Bagi orang yang sudah bisa membaca Al-Qur’an haram membaca Al-Qur’an dengan Lahn yaitu terlalu panjang dalam membacanya atau terlalu pendek sehingga ada sebagian huruf yang mestinya dibaca panjang malah dibaca pendek, atau membuang harakat pada sebagian lafadznya yang membuat rusak maknanya, bagi yang membaca Al-Qur’an dengan cara demikian adalah haram dan pelakunya dihukumi fasik. Adapun bagi yang mendengarnya juga berdosa jika ia mampu mengingatkan atau menghentikannya malah tetap lebih memilih diam dan mengikutinya.”

 

Referensi:
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=49378

 

@ Masohi, Maluku Tengah, 28 Syaban 1437 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

Rumaisho Cara Membaca Surat Pilihan Dlam Sholat Alfatihah Bisa Berubah Artinya Bila Salah Membacanya Membaca Alfatihah Panjang Panjang Pendek Al_fatihah

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Minimal Jumlah Jamaah dalam Shalat Berjamaah

Bagaimana minimal jumlah jamaah dalam shalat berjamaah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *