Home / Manajemen Qolbu / Surat Seorang Kakak untuk Adik Tercinta, Hidup di Dunia Hanyalah Sementara

Surat Seorang Kakak untuk Adik Tercinta, Hidup di Dunia Hanyalah Sementara

Kata Kata Untuk Adik Perempuan Kata Mutiara Untuk Almarhum Adik Kata Kata Mutiara Tentang Kakak Adik Kata Kata Untuk Adik Tersayang Doa Untuk Adik Perempuan

Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.


Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.

Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.

Dek … Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi wejangan pada seorang pemuda, yaitu Ibnu ‘Umar. Berikut sabdanya,

“Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau bahkan seorang pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

Adikku, negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan di sini adalah dunia, sedangkan negeri tujuannya adalah akhirat.
Adikku, yang namanya orang asing adalah orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berbaring, namun dia dapat mampir sementara di negeri asing tersebut.
Lalu dalam hadits di atas dimisalkan lagi dengan pengembara.
Wahai adikku, semoga engkau selalu mendapat taufik-Nya. Seorang pengembara tidaklah mampir untuk istirahat di suatu tempat kecuali hanya sekejap mata. Di kanan kirinya juga akan dijumpai banyak rintangan, akan melewati lembah, akan melewati tempat yang membahayakan, akan melewati teriknya padang pasir dan mungkin akan bertemu dengan banyak perampok.
Itulah adikku, permisalan yang dibuat oleh nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hidup di dunia itu hanya sementara sekali, bahkan akan terasa hanya sekejap mata.

Renungkan juga hadits ini

Adikku, permisalan yang bagus pula dapat engkau renungkan dalam hadits berikut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia hanyalah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

Lihatlah adikku, permisalan yang sangat bagus dari suri tauladan kita. Hidup di dunia sungguh sangat singkat. Semoga kita bisa merenungkan hal ini.

Adikku … Segera kembalilah ke jalan Allah, ingatlah akhirat di hadapanmu
Semoga hatimu terenyuh dengan nasehat Ali bin Abi Tholib berikut.

Ali berkata, “(Ketahuilah) dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan ditemui di depan. Dunia dan akhirat tersebut memiliki bawahan. Jadilah budak akhirat dan janganlah jadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal lagi.”

Adikku, ingatlah akhiratmu. Ingatlah kematian dapat menghampirimu setiap saat dan engkau tidak dapat menghindarinya. Janganlah terlalu panjang angan-angan. Siapkanlah bekalmu dengan amal sholeh di dunia sebagai bekalmu nanti di negeri akhirat. Perbaikilah aqidahmu, jauhilah syirik, jagalah shalatmu janganlah sampai bolong, tutuplah auratmu dengan sempurna janganlah sampai mengumbarnya, dan berbaktilah pada ortumu dengan baik.
Semoga Allah memberi taufik padamu. Semoga kita dapat dikumpulkan bersama para nabi, shidiqin, syuhada, dan sholihin.

Disusun di Pangukan-Sleman, 10 Dzulqo’dah 1429,
saat sore hari ketika Allah menganugerahi berkah hujan dari langit.

Rujukan :
Fathul Bari, Ibnu Hajar
Ma’arijul Qobul, Al Hafizh Al Hakami
Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin

***

Artikel https://rumaysho.com

Kata Kata Sedih Buat Adik Doa Untuk Adik Kata Kata Sedih Untuk Adik Yang Telah Meninggal Kata Kata Buat Adik Kata Kata Perpisahan Untuk Adik Tersayang

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Wajibkah Berterus Terang Telah Berzina?

Jika ada yang pernah berzina, wajibkah ia berterus terang? 

2 comments

  1. Tetap berusaha untuk melakukan usaha di dunia untuk meraih akhirat, tdk boleh hanya sekedar pasrah.

  2. ustadz, entah kenapa, gara-gara saya selalu mengingat kematian saya menjadi malas belajar. jadi saya sekolah hanya sekedar rutinitas saja, dan saya terkadang ingin menangis ketika melihat teman2 saya tertawa gembira, bersenang-senang, karena saya sadar bahwa kita semua akan berpisah..

    saya jadi orang yg suka pasrah (ulangan dapat nilai berapapun saya terima, yg penting saya berusaha sendiri dan tidak mencontek).. dalam hati saya kadang frustasi, emosi, (sebenarnya saya ini kenapa, apa yang salah dengan diri saya?!)

    saya merasa lemah.. tapi terkadang saya juga semangat, saking semangat-nya saya jadi sedih dan malu, saya sedih karena memikirkan bahwa hidup ini hanya sementara, dan saya malu karena dosa saya sangat banyak dan saya takut diadzab oleh Allah..

    terlebih, tahun depan saya akan kuliah (insya-Allah). tapi saya takut, jika saya kuliah ibu saya di rumah tinggal tanpa saya (ayah kandung saya telah tiada, dan ibu saya menikah lagi), saya takut, saya tidak bisa berbakti kepada ibu saya, saya takut menjadi anak yang durhaka, disaat ibu saya membutuhkan saya tidak ada di rumah, saya punya adik satu masih kecil, kakak saya ada 3, yang 2 tinggal di luar jawa. saya sedih ustadz…

    saya takut, jika saya mengejar karir dunia, saya jadi seorang yang
    ambisius.. tapi saya juga berfikir, kalau saya tidak mengejar karir,
    bagaimana kehidupan dunia saya??? jujur saja, saya seperti
    terombang-ambing ustadz..

    tolong nasihati saya ustadz, beri saya masukan agar saya tidak salah kaprah dalam menyikapi kehidupan dunia ini.. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *