Teladan

Karamah Umar bin Khatthab yang Mendapatkan Ilham yang Khusus (Tahdits)

Umar bin Al-Khatthab adalah sahabat yang diberikan karamah ilham yang luar biasa.

 

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)

بَابُ كَرَامَاتِ الأَوْلِيَاءِ وَفَضْلِهِمْ

Bab 253. Karamah para Wali dan Keutamaan Mereka

Hadits #1504

Umar bin Al-Khatthab yang Mendapatkan Ilham

– وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( لَقَدْ كَانَ فِيْمَا قَبْلَكُمْ مِنَ الأُمَمِ نَاسٌ مُحَدَّثُونَ، فَإِنْ يَكُ فِي أُمَّتِي أَحَدٌ فَإنَّهُ عُمَرُ)) . رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ مِنْ رِوَايَةِ عَائِشَةَ .

وَفِي رِوَايَتِهِمَا قَالَ ابْنُ وَهْبٍ : (( مُحَدَّثُونَ )) أَيْ مُلْهَمُونَ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara umat sebelum kalian ada beberapa orang yang mendapat ilham yang khusus. Seandainya ada seseorang di antara umatku menjadi seperti itu, maka sesungguhnya ia adalah ‘Umar.” (HR. Bukhari. Muslim pun meriwayatkan dari ‘Aisyah)

Di dalam riwayat mereka berdua, Ibnu Wahab berkata bahwa MUHADDATSUUNA adalah orang yang mendapatkan ilham. [HR. Bukhari, no. 3689 dan Muslim, no. 2398]

Faedah hadits

  1. Yang dimaksud muhaddatsuun (mendapatkan tahdits), yaitu mendapatkan ilham yang khusus, bukan ilham berupa petunjuk kepada kebaikan sebagaimana diberikan kepada orang beriman secara umum. Demikian dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Madarij As-Salikin.
  2. Hadits ini menunjukkan manaqib atau sifat terpuji yang diberikan kepada ‘Umar.
  3. ‘Umar bin Khatthab mendapatkan pujian khusus karena memang di masa hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mempunyai banyak gagasan yang serasi dengan ketentuan yang diturunkan Al-Qur’an. Demikian pula, sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Umar memiliki gagasan yang tepat sasaran.
  4. Umat Islam lebih utama dari umat lainnya karena sedikitnya orang yang mendapatkan keistimewaan tahdits (ilham yang khusus) untuk menjaga agama Islam. Syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk umat ini sudah sempurna, tidak memerlukan tambahan lagi, baik melalui mimpi dan ilham. Sementara, umat sebelum Islam memerlukannya.
  5. Tahdits (ilham yang khusus) adalah orang yang hati kecilnya mendapatkan bisikan sesuatu. Hal itu terjadi seperti apa yang diucapkannya. Shiddiq lebih sempurna daripada tahdits. Shiddiq itu telah menyerahkan dengan penuh secara total kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hati dan sanubarinya, lahir dan batinnya. Oleh karena itulah, shiddiq tidaklah memerlukan tambahan dari yang lainnya. Tahdits atau ilham yang khusus haruslah ditimbang dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau sesuai, maka diterima. Kalau tidak sesuai, maka tidak diterima. Oleh karenanya, kedudukan shiddiqiyyah lebih tinggi di atas kedudukan tahdits. Karenanya, Abu Bakar itu lebih mulia dibanding ‘Umar.
  6. Tahdits, ilham, firasat, dan mimpi yang benar tidak dapat dijadikan sebagai dalil hukum. Apabila ia benar-benar terjadi, maka ia harus ditimbang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jika sesuai dengan keduanya, maka boleh diamalkan dan jika tidak sesuai, maka harus ditinggalkan.

 

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:540-543.

Baca Juga: Karamah pada Abu Bakar dengan Makanan yang Banyak

 

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button