Home / Keluarga / Risalah Talak (14), Talak Lewat SMS, Email, Surat

Risalah Talak (14), Talak Lewat SMS, Email, Surat

Apakah Talak Jatuh Dengan Surat Sah Kah Talak Lewat Sms Talak 3 Secara Tertulis Hukumnya Talak Lewat Sms Talak Lewat Sms Atau Surat

Satu hal tentang masalah talak yang perlu dikaji secara khusus adalah talak lewat tulisan baik lewat SMS, email, atau surat karena seringnya talak seperti ini terjadi. Semisal suami mengirim SMS, “Sekarang, kamu saya talak.” Kata-kata seperti ini tegas menunjukkan cerai, tetapi masalahnya hanya lewat SMS. Apakah sah talak semacam itu?

Sebagaimana telah dikaji dalam risalah talak sebelumnya dalam risalah talak 7 di sini bahwa talak itu sah dengan ucapan, tulisan maupun isyarat ketika tidak mampun dengan lisan. Untuk masalah yang kita kaji saat ini, talak lewat tulisan tetap sah. Jika suami menuliskan pada istrinya, “Kamu saya ceraikan”, maka itu dinilai jatuh talak.

Yang menjadi masalah adalah tentang kevalidan tulisan tersebut, apakah itu benar dari si suami. Jika memang benar tulisan tersebut dari suami atau orang yang suami wakilkan, maka sah talak tersebut.  Jika ternyata tidak benar dari suami, suami tidak mengetahuinya, atau rekayasa orang lain, maka tulisan tersebut tidak teranggap. Saat itu tidak jatuh talak. Jadi intinya, perlu ada pengecekan, apakah benar tulisan berupa SMS, email atau surat benar-benar valid dari suami. Jika benar dari suami dan ia mengakuinya, maka jatuhlah talak dan berlakulah masa ‘iddah mulai dari waktu dijatuhkannya talak.

Az Zuhri berkata, “Jika seseorang menuliskan pada istrinya kata-kata talak, maka jatuhlah talak. Jika suami mengingkari, maka ia harus dimintai sumpah”.

Ibrahim An Nakho’i berkata, “Jika seseorang menuliskan dengan tangannya kata-kata talak pada istrinya, maka jatuhlah talak”.

Alasan lain bahwa tulisan terdiri dari huruf-huruf yang mudah dipahami maknanya. Jika demikian dilakukan oleh seorang pria ketika ia menuliskan kata-kata talak pada istrinya dan ia berniat mentalak, maka jatuhlah talak sebagaimana ucapan.

Semoga sajian singkat ini bermanfaat.

 

Referensi:

Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal Salim, terbitan Al Maktabah At Tauqiqiyah, 3: 258-259.

Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid, Al Islam Sual wal Jawab no. 36761.

 

@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh-KSA, 15 Muharram 1434 H

www.rumaysho.com

Talak Melalui Sms Talak Via Bbm Talak Via Sms Talak Via Sms Sah Atau Tidak Talak Via Surat

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Suami Terbaik, Suami yang Selalu Membantu Istri di Rumah

Suami terbaik adalah yang paling baik pada keluarganya, contohnya selalu membantu urusan istri di rumah.

11 comments

  1. Assalaamu’alaikuum
    ustadz, saya mau tanya, kalau suami sudah bilang (usir istri dari rumahnya), “pergi kamu! Saya udah muak sama kamu! Udah gak percaya lagi sama kamu! Saya gak mau lagi hidup sama kamu! Saya setuju pisah sama kamu, biar nanti saya yang urus semuanya!”
    Apa itu sudah jatuh talak? Terima kasih, ustadz. Wassalaamu’alaikuum. ?.

  2. Assalamu’alaikum
    Kalau suami pernah berkata kepada istrinya,…..kalau begitu kita pisah saja,hidup sendiri-sendiri….,,apakah ucapan semacam itu termasuk talak??? (ucapan tersebut keluar pada saat emosi menguasai si suami)

  3. Assalamu’alaikum…….
    Saya mau nanya, apabila ada seseorang yang sedang bercanda dengan kawanya dan dia mengaku udah cerai gimana hukum pernikahannya, dan apabila seseorang suami mengaku lajang terhadap seorang perempuan,terhadap pernikahannya apa masih sah…..
    terima kasih dan Wassalam……..

  4. Assalamu’alaikum, saya mau bertanya ustadz, bagaimana hukumnya orang yang mengatakan kata talak dengan perkataan yang jelas namun tidak dihadapan istri ataupun orang lain (bersendirian) walaupun sebenarnya niat awalnya sama sekali bukan untuk mentalak istri, hal tersebut terjadi ketika saya membaca artikel-artikel tentang talak saya suka memikirkan dan merenungkannya dalam-dalam dan terkadang tercetus kata-kata talak semacam “saya ceraikan kamu istriku (dengan bergumam)” atau “kalau begitu kita bercerai saja(dengan bergumam)” dan ketika mengatakan demikian saya membayangkan kalau istri saya ada di depan mata atau kata tersebut seakan-akan saya niatkan untuk mentalak istri, dan hal tesebut terjadi beberapakali, saya melakukannya dengan niatan untuk menilai dan merasakan sendiri apakah kata-kata talak itu termasuk kata yang shorih atau kinayah. mohon penjelasannya ustadz, Jazakalloh

    • armanketigabelas

      mungkin dibaca serial artikel-nya dengan lengkap dulu, semoga antum mendapat jawabannya, ustadz mungkin sedang sangat sibuk,

    • Seperti itu talaknya sah.

      Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
      Rumaysho.com via My Ipad

    • terima kasih atas jawabannya ustadz moga Allah memberkahi ilmu ustadz,
      mohon solusinya dari ustadz bagi saya dan istri, hal itu terjadi karena
      keraguan dan saya benar-benar tidak sadar/tidak tahu, mohon maaf ustadz
      saya mencoba untuk mengulangi lagi pertanyaannya, kejadiannya di awal
      pernikahan saya sempat bercanda kepada istri dengan mengatakan kalimat
      talak namun ragu apakah kalimatnya shorih atau kinayah, lalu untuk
      memasttikan apakah telah jatuh talak atau tidak saya mencari beberapa
      artikel tentang talak. sehabis membaca artikel tersebut saya mencoba
      untuk menilai kata-kata yang dahulu pernah saya katakan kepada istri
      (saat bercanda) apakah shorih atau tidak, maka saya mengucapkan beberapa
      kali kalimat talak tersebut (termasuk kalimat yang shorih untuk saya
      bandingkan dengan kalimat yang dulu saya ucapkan kepada istri ketika
      bercanda) dengan bergumam (dan bersendiri namun saya membayangkan istri
      ada dihadapan saya) untuk menilai apakah kalimat yang dulu saya ucapkan
      termasuk kalimat shorih atau kinayah karena saya agak sulit membedakan
      antara kalimat talak yang shorih dan kinayah. kalimat ketika saya
      bergumam tersebut apakah jatuh talak ustadz? kalau jatuh talak, talak
      berapa (karena saya mengucapkannya sampai beberapa kali dalam satu
      waktu)?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *