Teladan

Abdurrahman bin Auf Saudagar Sukses dan Dijamin Masuk Surga

Sudah kenal sahabat yang jadi saudagar sukses, Abdurrahman bin Auf?

 

Nama beliau adalah ‘Abdurrahman bin ‘Auf bin Abdi ‘Auf bin ‘Abdul Harits bin Zahrah bin Kilab, Al-Qurasyi Az-Zuhri, Abu Muhammad.

Nama ibunya adalah Shafiyah. Menurut versi yang lain Namanya Shafa. Ada yang mengatakan pula nama ibunya adalah Syifa, ini namanya yang paling masyhur, juga Az-Zuhriyah. Ibunya adalah membidani kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Abdurrahman bin ‘Auf lahir 10 tahun setelah peristiwa Gajah. Ketika itu ia diberi nama ‘Abdul Ka’bah.

Keutamaan ‘Abdurrahman bin ‘Auf

  1. Ia termasuk kalangan yang masuk Islam lebih dahulu sebelum ada pertemuan di rumah Arqam (Darul Arqam) yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Ia mengharamkan khamar bagi dirinya sendiri pada masa Jahiliyyah.
  3. Ia melakukan dua kali hijrah.
  4. Ia terlibat dalam perang Badar dan seluruh perang lainnya.
  5. ‘Abdurrahman terluka dalam perang Uhud sebanyak 21 luka.
  6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan dirinya dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’.
  7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus ‘Abdurrahman bersama tujuh ratus orang ke Daumatul Jandal yang terjadi pada bulan Syakban tahun enam Hijriyah. Ia menyeru penduduknya kepada Islam, lalu ditolak sebanyak tiga kali. Namun, Ashbagh bin Amr Al-Kalbi yang Nashrani masuk Islam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh untuk menikahi Tumadhir binti Ashbagh.
  8. ‘Abdurrahman termasuk orang yang memberikan fatwa pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  9. ‘Abdurrahman adalah satu di antara enam sahabat yang menjadi ahli syura yang diberitahukan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab.
  10. Para perang Tabuk, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat menunaikan satu rakaat dari shalat Shubuh dengan mengikut di belakangnya. Ia sebagai satu-satunya sahabat yang secara meyakinkan menunaikan shalat yang demikian ini.
  11. ‘Abdurrahman itu sosok yang rendah hati dan rajin sedekah.

 

‘Abdurrahman itu saudagar sukses

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menyatakan bahwa ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al-Anshari. Ketika itu Sa’ad Al-Anshari memiliki dua orang istri dan memang ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk berbagi dalam istri dan harta. Artinya, istri Sa’ad yang disukai oleh ‘Abdurrahman akan diceraikan lalu diserahkan kepada ‘Abdurrahman setelah ‘iddahnya. ‘Abdurrahman ketika itu menjawab,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى أَهْلِكَ وَمَالِكَ ، دُلُّونِى عَلَى السُّوقِ

“Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di manakah pasar.”

Lantas ditunjukkanlah kepada ‘Abdurrahman pasar lalu ia berdagang hingga ia mendapat untung yang banyak karena berdagang keju dan samin. Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat pada ‘Abdurrahman ada bekas warna kuning pada pakaiannya (bekas wewangian dari wanita yang biasa dipakai ketika pernikahan, pen.). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Apa yang terjadi padamu wahai ‘Abdurrahman?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya telah menikahi seorang wanita Anshar.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Berapa mahar yang engkau berikan kepadanya?” ‘Abdurrahman menjawab, “Aku memberinya mahar emas sebesar sebuah kurma (sekitar lima dirham).” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika itu,

أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

“Lakukanlah walimah walaupun dengan seekor kambing.” (HR. Bukhari, no. 2049, 3937 dan Muslim, no. 1427. Lihat Syarh Shahih Muslim, 7:193)

Baca juga: Pelajaran dari Walimah ‘Abdurrahman bin Auf

 

Jangan cela sahabat Nabi

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,

كَانَ بَيْنَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ وَبَيْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ كَلاَمٌ فَقَالَ خَالِدٌ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ تَسْتَطِيلُونَ عَلَيْنَا بِأَيَّامٍ سَبَقْتُمُونَا بِهَا. فَبَلَغَنَا أَنَّ ذَلِكَ ذُكِرَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « دَعُوا لِى أَصْحَابِى فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنْفَقْتُمْ مِثْلَ أُحُدٍ أَوْ مِثْلَ الْجِبَالِ ذَهَباً مَا بَلَغْتُمْ أَعْمَالَهُمْ

“Saat itu terjadi pembicaraan kurang harmonis antara Khalid bin Walid dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf, hingga Khalid berkata kepada ‘Abdurrahman, “Kalian bersikap sombong terhadap kami terkait peristiwa-peristiwa yang lebih dahulu kalian alami daripada kami!” Kejadian itu pun disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, “Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud (atau seperti gunung), maka kalian tetap tidak mampu menyamai amal-amal mereka.” (HR. Ahmad, 3:266. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Baca juga: 

 

‘Abdurrahman bin ‘Auf wafat pada tahun 31 Hijriyah, dimakamkan di pekuburan Baqi’ dan dishalatkan oleh ‘Utsman. ‘Abdurrahman bin ‘Auf hidup dengan usia 72 tahun. ‘Abdurrahman berwasiat untuk memberikan dana sebesar 400 dinar kepada setiap orang yang ikut dalam perang Badar, sedangkan jumlah mereka yang masih hidup ada sekitar 100 orang.

‘Abdurrahman menikah dengan 12 istri, memiliki 20 putra dan 8 putri.

 

Referensi:

Profil Keluarga 30 Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Dijamin Masuk Surga. Dr. Jasim Muhammad Badr. Penerbit Kiswah.

Diselesaikan di @ Darush Sholihin, 8 Februari 2021 (27 Jumadal Akhirah 1442 H)

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumasyho.Com

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button