Beranda Belajar Islam Amalan Kematian Sugra dan Doa Penting Sebelum Tidur

Kematian Sugra dan Doa Penting Sebelum Tidur

308
0

 

Tidur disebut sebagai wafat sugra atau kematian kecil. Karenanya ada doa sebelum tidur yang terkait dengan hal ini yang bagus untuk dihafal, dan ini adalah bahasan dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi rahimahullah.

 

Hadits #1460

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَليَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إزَارِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ يَقُولُ : بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبي ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإنْ أَرْسَلْتَهَا ، فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian menghampiri tempat tidurnya (akan tidur), hendaklah mengibaskannya dengan ujung sarungnya (kainnya), karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. Kemudian ia membaca,

BISMIKA ROBBI WADHO’TU JAMBII, WA BIKA ARFA’UH, FA-IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA, WA IN ARSALTAHAA FAHFAZH-HAA BIMAA TAHFAZH BIHI ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

Artinya:

Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Namun, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang saleh.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714]

Faedah Hadits

  1. Dianjurkan membersihkan tempat tidur atau selimut sebelum digunakan untuk tidur supaya tidak terganggu dengan sesuatu yang bisa menyakiti tanpa terasa. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim tentang hadits ini menyatakan bahwa disunnahkan menghilangkan kotoran pada tempat tidur (selimut) sebelum masuk di dalam selimut, karena bisa jadi pada selimut (atau tempat tidur) tersebut terdapat ular, kalajengking, dan hewan pengganggu lainnya. Hendaklah ia mengibaskan dengan menggunakan tangannya yang ditutupi dengan ujung kain, supaya tangannya pun tidak terkena bahaya.
  2. Hidup hamba hendaklah selalu bergantung kepada Allah dan amalannya selalu bergantung dengan nama Allah.
  3. Hendaklah kita terus menyandarkan diri kepada Allah tanpa lepas sedikit pun walau sekejap mata. Sungguh celaka jika kita malah menggantungkan kepada diri kita yang lemah.
  4. Siapa yang menjaga (aturan) Allah, maka Allah akan menjaganya. Allah akan menjaga hamba yang saleh dengan menjaga dirinya, hartanya, keluarganya, dan keturunannya.
  5. Tidur termasuk kematian sugra. Namun pencabutan ruh pada saat tidur tidak seperti ketika meninggal dunia. Oleh karena itu ketika tidur, kita tidak merasakan apa-apa. Makanya Allah menyebut tidur itu dengan wafat atau kematian keci..

 

Kematian Kubra dan Sugra

 

Dalam ayat disebutkan,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖفَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚإِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar: 42)

 

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan surah Az-Zumar ayat 42, “Allah yang mengatur segala sesuatu sekehendak Allah. Allah mematikan manusia dengan wafat kubra dengan melepaskan nyawanya dari badan. Allah juga mematikan manusia (sementara) dengan wafat sugra ketika tidur. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖوَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Dan Allahlah yang menidurkan (mewafatkan) kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS. Al-An’am: 60-61)

Dalam ayat di atas disebutkan dua bentuk wafat yaitu wafat sugra dan wafat kubra. Dalam surah Az-Zumar ayat 42 disebutkan tentang wafat sugra. Demikian penjelasan dari Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim.

 

Referensi:

  1. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Ibnu Hajar Al-Asqalani. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
  2. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  3. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdurrahman Al-‘Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya. 17:322-323.
  4. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

@Soekarno Hatta Airport, 7 Rabi’ul Awwal 1440 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini