Beranda Belajar Islam Amalan Bermimpi Bertemu Nabi dan Terapi Mimpi Buruk

Bermimpi Bertemu Nabi dan Terapi Mimpi Buruk

111
0

 

Kali ini kita akan kaji hadits yang membicarakan tentang mimpi bertemu nabi dan terapi mimpi buruk.

 

Kumpulan Hadits Kitab Riyadhush Sholihin karya Imam Nawawi

بَابُ الرُّؤْيَا وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا

Bab 130. Bab Mimpi dan Hal-Hal yang Berkaitan dengannya

 

Hadits #840

وَعَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ رَآنِي فِي المنَامِ فَسَيَرَانيِ فِي الَيَقَظَةِ أوْ كأنَّمَا رَآنِي فِي اليَقَظَةِ لايَتَمثَّلُ الشَّيْطانُ بي”. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya, maka ia akan melihatku dalam sadarnya—atau seolah ia melihatku dalam sadarnya—karena setan tidak bisa menyerupaiku.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6993 dan Muslim, no. 2266]

Faedah Hadits

 

  1. Setan tidak bisa menyerupai bentuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Bermimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan benarnya mimpi.
  3. Mimpi yang jujur seperti melihat dalam keadaan sadar.
  4. Bermimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti melihat beliau dalam mimpi seperti sifat-sifat yang telah makruf dalam kitab Asy-Syamail (seperti Kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah karya Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah At-Tirmidzi).

 

Hadits #841

وَعَنْ أَبي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّه سمِع النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول: “إِذَا رَأى أَحدُكُم رُؤْيَا يُحبُّهَا فَإنَّما هِيَ مِنَ اللهِ تَعَالَى فَليَحْمَدِ اللهَ عَلَيهَا وَلْيُحُدِّثْ بِها وفي رواية: فَلا يُحَدِّثْ بَها إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ وَإذا رَأَى غَيَر ذَلك مِمَّا يَكرَهُ فإنَّما هِيَ منَ الشَّيْطانِ فَليَسْتَعِذْ منْ شَرِّهَا وَلا يَذكْرها لأَحَدٍ فَإنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ” متفقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang disukainya, bahwasanya mimpi itu berasal dari Allah, maka pujilah Allah karenanya, dan ceritakanlah hal itu.”—Di dalam riwayat lain disebutkan, maka janganlah ia menceritakan mimpinya kecuali kepada orang yang menyukainya–. “Dan apabila ia bermimpi sesuatu yang tidak ia sukai, bahwasanya mimpi itu berasal dari setan, maka mintalah perlindungan dari kejelekannya dan janganlah ia menceritakannya kepada siapa pun, niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6985. Hadits ini yang tepat tidak dikeluarkan oleh Muslim]

 

Faedah Hadits

 

  1. Mimpi yang benar itu dari Allah, sedangkan mimpi buruk (al-hilm) itu datangnya dari setan atau godaan dalam jiwa.
  2. Mimpi yang baik adalah mimpi yang disenangi, sedangkan mimpi yang jelek adalah mimpi yang datangnya dari setan.
  3. Yang mesti dilakukan ketika mendapatkan mimpi yang bagus adalah memuji Allah, menceritakannya pada seorang alim atau orang yang kita mau. Namun jika yang dimimpikan adalah mimpi yang jelek, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, mimpi jelek tersebut tidak diceritakan pada lainnya, dan harus diyakini bahwa mimpi tersebut tidak akan mencelakakan dirinya.

 

Hadits #842

وعن أَبي قَتَادَة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: ” الرُّؤْيَا الصَّالَحِةُ وفي رواية الرُّؤيَا الحَسَنَةُ منَ اللهِ، والحُلُم مِنَ الشَّيْطَان، فَمَن رَأى شَيْئاً يَكرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَن شِمَاله ثَلاَثاً، ولْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإنَّها لاَ تَضُرُّهُ” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.”النَّفثُ”نَفخٌ لطيفٌ لاريِقَ مَعَهُ

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mimpi yang baik (shalihah)–dalam riwayat lain, mimpi yang indah (hasanah)—itu berasal dari Allah, dan mimpi buruk itu dari setan. Barangsiapa yang bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan mintalah perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan, niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 3292 dan Muslim, no. 2261]

An-naftsu adalah hembusan nafas yang halus tanpa disertai air ludah.

 

Faedah Hadits

 

  1. Ada mimpi yang merupakan permainan setan atau untuk menakut-nakuti manusia.
  2. Mimpi yang indah adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman.
  3. Cara terapi mimpi buruk adalah dengan: (a) meniup pada sisi kiri sebanyak tiga kali, (b) membaca ta’awudz supaya mimpi tersebut tidak mencelakai kita.

 

Hadits #843

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “إذَا رَأى أحَدُكُم الرُّؤيا يَكْرَهُها فلْيبصُقْ عَن يَسَارِهِ ثَلاَثاً، وْليَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيَطانِ ثَلاثاَ، وليَتَحوَّل عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ “رواه مسلم.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang dibencinya, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali, dan mintalah perlindungan kepada Allah dari setan sebanyak tiga kali. Setelah itu, ubahlah posisi tidurnya dari posisi sebelumnya ke posisi lainnya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2262]

 

Faedah Hadits

 

Hadits ini mengajarkan terapi ketika menghadapi mimpi buruk:

  1. Meludah ke sisi sebelah kiri tiga kali.
  2. Meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan dengan membaca ta’awudz tiga kali.
  3. Mengubah posisi tidur. Jika berbaring pada sisi kanan, maka diubah tidurnya jadi terlentang. Jika berbaring pada sisi kiri, diubah berbaring ke sisi kanan. Jika tidak dalam keadaan tertaring, maka diubah berbaring ke sisi kanan, tidak ke sisi kiri.

 

Hadits #844

وَعَنْ أَبِي الأَسْقَعِ وَاثِلةَ بْنِ الأَسْقَعِ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إنَّ مِنْ أعظَم الفَرى أنْ يَدَّعِي الرَّجُلُ إِلَى غَيْرِ أبِيه، أوْ يُري عَيْنهُ مَالم تَرَ، أوْ يقولَ عَلَى رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَا لَمْ يَقُلْ” رواه البخاري.

Dari Abu Al-Asqa Watsiah bin Al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya di antara kebohongan terbesar adalah seseorang mengaku-ngaku nasab kepada selain ayahnya, atau orang mengatakan ia memimpikan sesuatu padahal ia tidak memimpikannya, atau orang yang berkata atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal beliau tidak mengatakannya.’” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 3509]

 

Faedah Hadits

 

  1. Mengaku-ngaku nasab kepada selain ayahnya termasuk sejelek-jeleknya dusta.
  2. Berdusta dalam mimpi termasuk berdusta atas nama Allah karena mimpi itu dari Allah.
  3. Berdusta atas nama Allah tidak sama dengan berdusta dengan nama makhluk.
  4. Hadits ini memperingatkan tentang bahayanya berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena ini akan kembali pada dusta atas nama Allah. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah berkata kecuali dengan wahyu.
  5. Kita diajarkan untuk jujur dan tidak berdusta.

 

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Diselesaikan di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, malam 22 Dzulhijjah 1439 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini