Home / Muslimah / Puasa Wanita Haidh Ini Ternyata Sah

Puasa Wanita Haidh Ini Ternyata Sah

Ada pertanyaan yang diajukan pada Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak hafizahullah,

“Aku pernah tertidur pada suatu hari di bulan Ramadhan sebelum Ashar. Dan aku barulah bangun ketika azan Isya. Saat Isya itu aku dapati dalam keadaan haidh. Apakah puasaku sah?”

Jawaban yang diberikan oleh Syaikh ‘Abdurrahman,

“Alhamdulillah, puasamu tetap sah. Karena kita tidak bisa pastikan haidh itu datang sebelum Maghrib. Keadaan sebelum matahari tenggelam apakah keluar darah haidh ataukah tidak adalah keadaan yang meragukan. Hukum asalnya, waktu sebelum tenggelam matahari tadi masih dalam keadaan suci. Hal ini sama halnya seperti seseorang yang shalat Shubuh kemudian tidur. Lalu ia dapati bekas junub saat bangun yaitu mendapati mani. Yang yakin, mani tersebut keluar setelah shalat Shubuh. Dalam kondisi ini, tidak wajib baginya mengulangi shalat Shubuh. Wallahu a’lam.”

Fatwa Syaikh Al-Barrak tanggal, 24/9/1434 diambil dari status telegram beliau hafizahullah.

Kaedah yang penting dipelajari untuk memahami hal di atas:

 

* Keraguan Tidak Bisa Mengalahkan Yakin

Kaedah Fikih (9), Ragu Tidak Bisa Mengalahkan Yakin

 

* Buka Puasa Dalam Keadaan Ragu Keluar Darah Haidh

Buka Puasa dalam Keadaan Ragu Keluar Darah Haidh

 

Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.

@ Jeddah Saudi Arabia, 9 Ramadhan 1438 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Hijabku Sudahkah Sempurna?

Koreksi jilbab dan pakaian muslimah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *