Home / Umum / Hukum Makanan Perayaan Non Muslim

Hukum Makanan Perayaan Non Muslim

Boleh Kah Makan Makanan Kebaktian Hukum Dalam Islam Dapet Makanan Dari Kristen Hukum Makan Masakan Nonmuslim Hukum Makan Makanan Pemberian Non Muslim Apa Hukuman Makanan Dari Orang Islam Yang Masuk Kristen

Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Bolehkah seorang muslim memakan makanan yang disajikan ahli kitab atau orang-orang musyrik dalam hari raya mereka atau menerima pemberian mereka dalam rangka acara hari raya mereka?”

Jawaban para ulama Al Lajnah Ad Daimah:

Tidak boleh bagi seorang muslim memakan makanan yang dibuat oleh orang Yahudi, Nashrani atau orang-orang musyrik dalam rangka acara hari raya mereka. Tidak boleh pula bagi seorang muslim menerima hadiah pemberian mereka dalam rangka acara hari raya mereka. Hal ini terlarang karena hal itu berarti memuliakan mereka dan menolong mereka dalam rangka syi’ar keagamaan mereka serta menyebar bid’ah mereka. Hal ini pun berarti berserikat dalam kegembiraan ketika hari raya mereka. Ini pun berarti menjadikan hari raya mereka menjadi hari raya kita. Atau minimalnya, hal ini dapat menjadikan saling bertukar memberi makan atau hadiah pada hari raya kita dan hari raya mereka. Ini sungguh bagian dari bencana agama dan bagian dari bid’ah dalam agama. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أحدث في أمرنا ما ليس منه فهو رد

“Barangsiapa yang membuat amalan baru dalam urusan agama kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim). Saling memberi makanan atau hadiah ini terlarang (dalam rangka perayaan hari raya mereka) sebagaimana pula kita dilarang memberi hadiah pada mereka dalam event perayaan hari raya mereka.

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua;  Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua; Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 22/398, no. 2882 pertanyaan kedua]

 

www.rumaysho.com

 

Bolehkah Menerima Makanan Dari Orang Musrik Dalam Islam Hukum Islam Makan Makanan Dari Non Muslim

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Baca Kitab Tafsir Ternyata Harus Wudhu, Ini Alasannya

Ternyata ada kitab tafsir yang dibaca perlu berwudhu lebih dahulu. Benarkah?

6 comments

  1. Kalo sudah terlanjur diterima bagaimana? Harus dibuang?

  2. ustadz,abi ana suka membawa makanan yang berasal dari yasinan tetengga untuk keluarga,apakah hukumnya sama?

    • syaikh sholeh al abut (ulama di kota Madinah Al Munawaroh) ditanya bagaimana hukum makanan maulid. Beliau jawab, tidak bolehh dicicipi krn itu adl makanan dari syi’ar bid’ah.

      Ini berlaku sama dg pertanyaan di atas. Tujuannya adalah agar tdk ikut menyemarakkan acara bid’ah. Wallahu a’lam.

  3. ustad, bagaimana hukumnya jika kita memakan makanan dari perayaan bid’ah, seperti maulid nabi ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *