Amalan

Waktu dan Tempat untuk Bershalawat (6)

Salah satu tempat untuk bershalawat adalah ketika melewati kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini dicontohkan oleh para sahabat terdahulu seperti Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma.

 

12- Bershalawat ketika melewati kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Sahnun, ia berkata, telah menceritakan pada kami ‘Abdurrahman bin Al-Qasim, dari Malik, dari ‘Abdullah bin Dinar, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Abdullah bin ‘Umar berdiri di sisi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendoakan Abu Bakr dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Riwayat ini disebutkan oleh Malik dalam Al-Muwatha’, 1: 166.

Malik juga berkata, dari ‘Abdullah bin Dinar, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ketika beliau ingin bersafar atau tiba dari safar, beliau mendatangi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengucapkan shalawat untuk Nabi dan berdoa lalu berpaling.

Dari Ibnu Numair, dari Muhammad bin Basyir, dari ‘Abdullah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ketika beliau tiba dari safar, beliau terlebih dahulu mendatangi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bershalawat untuknya, tanpa mengusap-ngusap kubur beliau. Kemudian beliau mengucapkan salam pula pada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, lalu mengucapkan salam pada ayahnya, Umar bin Al-Khattab sambil berkata, “Assalamu ‘alaik yaa Abah, salam untukmu wahai ayahku.” (Jala’ Al-Afham, hlm. 352-353)

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Referensi:

Jala’ Al-Afham fi Fadh Ash-Shalah wa As-Salam ‘ala Muhammad Khoir Al-Anam. Cetakan kedua, tahun 1432 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Penerbit Dar Ibni Katsir.

Ba’da Ashar, 10 Dzulqa’dah 1436 H di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

Related Articles

2 Comments

  1. Assalamu’alaikum ustadz,saya mau tanya,, bagaimana hkum nya saya bermakmum pada imam yang cacat rukun sholat nya? dan pada al fatihah nya ada tambahan robbigh fir li. Mohon penjelasannya,supaya saya dapat landasan dalam melaksanakannya. jazaa kallohu khoiron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button