Home / Thoharoh / Bagaimana Wanita Haidh Membaca Al Quran?

Bagaimana Wanita Haidh Membaca Al Quran?

Membaca Quran Terjemahan Ketika Haid Membaca Alquran Terjemahan Bagi Wanita Haid Membaca Alquran Ketika Haid Almanhaj Tafsir Saat Haid Ust Pegang Kitab

Sudah diketahui bahwa orang yang berhadats termasuk pula wanita haidh tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an. Padahal orang yang berhadats besar masih boleh membaca tanpa menyentuh.

Bagaimana solusinya untuk wanita haidh agar bisa membaca Al-Qur’an?

Dua solusi yang bisa diberikan:

a- Membaca mushaf saat haidh namun tidak menyentuh secara langsung

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah yang pernah menjabat sebagai Mufti Kerajaan Saudi Arabia berkata, “Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al-Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al-Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen.). Demikian pula untuk menulis Al-Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10: 209-210)

b- Membaca Al-Qur’an terjemahan

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ mengatakan, “Jika kitab tafsir tersebut lebih banyak kajian tafsirnya daripada ayat Al Qur’an sebagaimana umumnya kitab tafsir semacam itu, maka di sini ada beberapa pendapat ulama. Namun yang lebih tepat, kitab tafsir semacam itu tidak mengapa disentuh karena tidak disebut mushaf.”

Jika yang disentuh adalah Al Qur’an terjemahan dalam bahasa non-Arab, maka tidak disebut mushaf yang disyaratkan dalam hadits mesti menyentuhnya dalam keadaan suci. Namun kitab atau buku seperti itu disebut tafsir sebagaimana ditegaskan oleh ulama Malikiyah. Oleh karena itu tidak mengapa menyentuh Al Qur’an terjemahan seperti itu karena hukumnya sama dengan menyentuh kitab tafsir. Akan tetapi, jika isi Al Qur’annya lebih banyak atau sama banyaknya dari kajian terjemahan, maka seharusnya tidak disentuh dalam keadaan berhadats.

Baca fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz mengenai: Hukum Membaca Al-Qur’an bagi Wanita Haidh.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

@ Pesantren Darush Sholihin, 6 Ramadhan 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

Wanita Pegang Alquran Wanita Muslimah Sedang Baca Al Quran Wanita Membaca Al Quran Wanita Haid Membaca Quran Wanita Haid Membaca Alquran Rumaysho

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Manhajus Salikin: Niat dan Membaca Bismillah Saat Wudhu

Sekarang masuk bahasan wudhu, mulai dari niat dan membaca bismillah saat wudhu.

3 comments

  1. Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

    Boleh dua2nya.

  2. Boleh, berlaku seperti wanita haidh dalam bahasan ini. Krn org yg blm berwudhu tidak boleh menyentuh langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *