Home / Amalan / Salah Kaprah tentang Hadits Mematikan Lampu Ketika Tidur

Salah Kaprah tentang Hadits Mematikan Lampu Ketika Tidur

Tidur Tanpa Lampu Menurut Islam Apakah Tidur Mematikan Lampu Baik Dalam Islam Hadits Tentang Mematikan Lampu Saat Tidur Sunnah Mematikan Lampu Lampu Kamar Mandi Harus Nyala

Memang ada anjuran memadamkan api sebelum tidur. Namun anjuran tersebut bukanlah anjuran untuk memadamkan lampu listrik yang seperti ada saat ini. Ternyata ada yang salah kaprah dalam memahami hadits-hadits berikut.

Tinjauan Hadits

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِى بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ

Janganlah biarkan api di rumah kalian (menyala) ketika kalian sedang tidur.” (HR. Bukhari no. 6293 dan Muslim no. 2015)

Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

احْتَرَقَ بَيْتٌ بِالْمَدِينَةِ عَلَى أَهْلِهِ مِنَ اللَّيْلِ ، فَحُدِّثَ بِشَأْنِهِمُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِىَ عَدُوٌّ لَكُمْ ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ »

“Ada sebuah rumah di Madinah terbakar mengenai penghuninya pada waktu malam. Kejadian tersebut lantas diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Api ini adalah musuh kalian. Apabila kalian tidur, padamkanlah api.” (HR. Bukhari no. 6293 dan Muslim no. 2016).

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

« غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَحُلُّ سِقَاءً وَلاَ يَفْتَحُ بَابًا وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلاَّ أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ »

Tutuplah wadah-wadah, ikatlah kantung air, kuncilah pintu, padamkanlah pelita karena setan tidak bisa membuka ikatan kantung air, tidak bisa membuka pintu, tidak bisa membuka wadah yang tertutup. Jika salah seorang di antara kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk menutup wadahnya kecuali dengan sebilah kayu lalu menyebut nama Allah ketika itu, lakukanlah karena tikus bisa membakar rumah yang dapat membahayakan penghuninya.” (HR. Muslim no. 2012).

Penjelasan Ulama

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Api itu adalah musuh dari manusia sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Jika lentera dari api dibiarkan menyala saat tidur, lalu saat itu datanglah tikus, maka tikus itu bisa menajiskan minyak lentera, bahkan bisa menyalakan api yang bisa membakar sebagaimana kejadian di waktu lampau.

Yang ada di masa silam, lentera itu berasal dari api dengan menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya. Ketika tikus datang, tikus itu bisa menjatuhkan minyak tersebut ke lantai dan akhirnya mengobarkan api. Terjadilah kebakaran yang besar. Itulah mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memadamkan api saat tidur supaya tidak terjadi kebakaran seperti itu.

Untuk zaman ini, semakin berkembangnya zaman, penerangan yang ada menggunakan listrik (bukan lagi api). Ketika seseorang tidur dan lampu listrik tersebut dalam keadaan menyala, tidaklah masalah. Karena yang jadi sebab larangan adalah membiarkan api tersebut menyala. Ini tidak didapati dari lampu dari listrik saat ini.” (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 6: 390).

Apa Tidak Ada Larangan Menyalakan Lampu Saat Tidur?

Jawabannya, untuk lampu listrik seperti yang ada saat ini tidaklah ada larangan karena kembali ke hukum asal, lampu tersebut boleh terus nyala. Kendati demikian bisa jadi ada dampak kesehatan jika lampu dibiarkan menyala saat tidur. Namun itu masalah lain yang bukan cakupan bahasan hadits yang kami uraikan di atas. Hadits-hadits yang ada jelas menunjukkan yang dilarang adalah membiarkan api terus menyala saat tidur, bukan membiarkan lampu terus menyala.

Manfaat Memadamkan Lampu

Ada dalam berbagai macam riset yang menunjukkan manfaat memadamkan lampu saat tidur:

  1. Tubuh akan menghasilkan hormon melatonin yang berfungsi sebagai penghasil kekebalan tubuh terhadap penyakit.
  2. Lebih cepat terlelap tidur.
  3. Mengurangi lemak dan menghindarkan dari resiko obesitas (kegemukan).
  4. Meningkatkan kinerja otak.
  5. Mengurangi resiko global warming.

Namun sekali lagi, salah kaprah jika mengartikan api dalam hadits yang kita bahas dengan lampu listrik saat ini karena keduanya jelas berbeda. Pahamilah hadits sesuai konteksnya. Moga Allah memberi kita pemahaman yang lurus dalam memahami Al-Qur’an dan hadits.

 

Referensi:

Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan tahun 1427 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan.

Selesai disusun ba’da Zhuhur di Darush Sholihin, 16 Rajab 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

Hukum Mematikan Lampu Kamar Mandi Manfaat Mematikan Lampu Saat Tidur Hadits Menyalakan Lampu Kamar Mandi Mematikan Lampu Saat Tidur Dalam Islam Tidur Lampu Mati Menurut Islam

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Berdoa di Akhir Shalat Agar Rajin Berdzikir, Bersyukur dan Memperbagus Ibadah

Ada anjuran membaca doa agar rajin berdzikir, bersyukur dan memperbagus ibadah di akhir shalat sebagai …

11 comments

  1. Abdul Halim Z Dnc

    Mohon maaf lihat juga perintah dalam hadits bukhori muslim sebelum menyebut salah kaprah kata kunci hadits أطفؤوا المصابيح bukan النار ataupun السراج

  2. davanfuzavarazta

    Syukron jazakumullah khair penjelasannya ustadz. Intinyayg ana pahami hadits tersebut berlaku karena ada illahnya . Wallahu’alam

  3. Ustadz, untuk hadits jabir diatas terjemahannya sepertinya salah.. di atas tertulis ” setan bisa membuka “, bukankah seharusnya “setan tidak bisa membuka ikatan kantung air”

  4. OOh seperti itu.. dimengerti ustadz 🙂 Barakallahu fiikum..

  5. Itu bahasan lain. Bahasan kita adalah mengenai haidtsnya. Haditsnya membicarakan ttg api bukan tentang lampu.
    Sehingga tidak tepat berdalil dengan hadits tsb untuk anjuran memadamkan lampu.
    Barakallahu fiikum.

    • Ustadz apakah lampu bukan api? Kalo di fisika smp dulu pijar lampu dari filamen yang terbakar karena panas yg disebabkan aliran listrik.
      ….Semoga tidak salah kaprah….

    • Pahami tekstual hadits dan pahami sejarah hadits tsb, pahami pula bahasa Arab, pahami juga kalam ulama. Moga Allah beri hidayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *