Home / Thoharoh / Kotoran Cicak Apakah Najis?

Kotoran Cicak Apakah Najis?

Kotoran Cicak Najis Atau Tidak Terkena Kotoran Cicak Saat Sholat Hukum Tahi Cicak Cicak Kotoran Cicak Najis Tidak

Mengenai hukum kotoran cicak apakah najis ataukah suci, masalah ini kembali pada pembahasan apakah cicak itu sendiri masuk hewan yang darahnya mengalir sehingga kotorannya dihukumi najis karena termasuk hewan yang haram dimakan ataukah termasuk hewan yang darahnya tidak mengalir yang nanti akan dihukumi kotorannya itu suci.

Menurut pendapat yang menyatakan bahwa cicak termasuk hewan yang darahnya tidak mengalir, kesimpulannya kotorannya tidaklah najis.

Ibnu Qudamah menerangkan mengenai hewan yang haram dimakan dirinci menjadi:

1- Hewan yang kotorannya bisa dihindari. Di sini ada dua macam:

a- Anjing dan babi. Keduanya najis untuk seluruh tubuhnya dan juga kotorannya, begitu pula yang terpisah dari tubuhnya.

b- Hewan buas selain anjing dan babi seperti burung, keledai jinak, menurut pendapat Imam Ahmad, seluruh tubuhnya dan kotorannya najis. Kecuali yang jumlahnya sedikit, najisnya dimaafkan. Dari pendapat beliau, ada juga yang menunjukkan bagian yang suci. Hukumnya adalah seperti pada manusia yaitu sesuatu yang terpisah dari manusia.

2- Hewan yang kotorannya sulit dihindari. Di sini ada dua macam:

a- Hewan yang najis ketika mati. Yaitu kucing dan yang mirip dengannya. Kotorannya, hukumnya sama dengan kotoran manusia, dihukumi najis. Kecuali bagian yang suci yang sama pada manusia, dihukumi suci. Adapun pembahasan maninya tetap dihukumi najis. Karena mani manusia adalah awal penciptaan manusia. Mani tersebut dianggap mulia (suci) karena kemuliaan manusia dan keadaan ini berbeda dengan kucing.

b- Hewan yang darahnya tidak mengalir, bagian tubuhnya itu suci, begitu pula kotorannya. Demikian penjelasan dari Ibnu Qudamah dalam Al Mughni.

Sedangkan pendapat lain menganggap bahwa cicak termasuk hewan yang darahnya mengalir dan cicak haram dimakan, sehingga kotorannya najis. Al Mardawi Al Hambali dalam Al Inshaf menyatakan bahwa yang shahih dalam pendapat madzhab, cicak termasuk hewan yang darahnya mengalir, sama halnya seperti ular.

Kesimpulannya, kebanyakan ulama berpendapat bahwa kotoran najis yang sedikit dari hewan yang sulit dihindari dimaafkan (al ‘afwu).

Jika ada yang mau hati-hati dengan tetap menghindari kotoran tersebut pada baju dan tempat shalatnya, itu lebih baik. Wallahu a’lam.

Pembahasan di atas dikembangkan dari Al Mughni dan Fatwa Islam Web.

Selesai disusun di Darush Sholihin, 27 Jumadal Ula 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Kotoran Cicak Apakah Najis Apakah Tahi Cicak Najis Tahi Cicak Najis Yang Dimaafkan Hukum Terkena Kotoran Cicak Kotoran Cicak Membatalkan Wudhu

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Manhajus Salikin: Jumlah Basuhan Saat Wudhu

Berapa kali jumlah basuhan saat wudhu? Kita lihat kelanjutan pembahasan kitab Manhajus Salikin karya Syaikh …

4 comments

  1. hukum suami istri yg saling menjilati alat pitalnya saat ingin bersetubu

  2. assalamualaikum ustadz,
    minta koreksinya:
    unutk kucing spertinya tidak najis : merujuk pada pembahasan rumaysho : mengenal kucing : ari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

    “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.
    ” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad,
    Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa
    hadits ini shohih)
    dan sepertinya saya pernah baca di rumaysho juga kalau tikus tidak najis , karena bukan dari hewan buas ,

    dan semua hewan yang dimakan bukan najis, tapi memang kotor, seperti boleh shalat di kandang kambing ,

    minta koreksi dan penjelasanya, terutama untuk hewan sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita..

    terimakasih
    jazakAllahu khair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *