Beranda Hukum Islam Thoharoh Merokok Apakah Membatalkan Wudhu?

Merokok Apakah Membatalkan Wudhu?

660
4

Apakah merokok membatalkan wudhu?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz rahimahullah (Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) pernah menerangkan, “Merokok tidaklah membatalkan wudhu. Akan tetapi merokok itu sesuatu yang khobits (kotor). Akan tetapi jika seseorang merokok lalu ia shalat, maka tidak batal shalat dan wudhunya.

Rokok berasal dari tanaman yang sudah ma’ruf. Akan tetapi rokok itu haram karena bahaya yang ditimbulkan. Sehingga bagi para pecandu sudah mesti untuk menjauhi dan meninggalkannya. Juga tidak boleh seseorang membeli rokok dan mengonsumsinya. Tidak boleh pula memperdagangkan rokok. Para pecandu rokok sudah semestinya bertaubat pada Allah, juga meninggalkan jual belinya. Allah Ta’ala berfirman,

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ

Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik” (QS. Al Maidah: 4). Dalam ayat ini jelas bahwasanya yang dihalalkan hanyalah yang thoyyib (yang baik-baik), yaitu makanan yang mendatangkan manfaat.

Allah Ta’ala juga menyebutkan mengenai sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Dan tidak diragulan lagi rokok dan segala yang memabukkan adalah termasuk yang khobits (kotor atau buruk). Sehingga wajib bagi para pecandu rokok untuk meninggalkan rokok dan segeralah ia bertaubat pada Allah. Hendaklah ia menjaga kesehatan dan menjaga hartanya, juga waktunya dalam hal yang bermanfaat. Karena setiap mukmin wajib meninggalkan berbagai hal yang membahayakan agama dan dunianya. Contoh yang membahayakan di sini adalah rokok dan berbagai macam minuman memabukkan. Hendaklah ia bertaubat dengan taubat yang tulus. Kita memohon pada Allah hidayah dan taufik pada setiap muslim.” (Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz di http://www.binbaz.org.sa/mat/2306 secara ringkas)

Semoga Allah selalu mencurahkan hidayah kepada kita sekalian.

 

@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 27 Jumadal Ula 1434 H

www.rumaysho.com

 

Print Friendly, PDF & Email

4 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum.. ustad,
    ana Muhammad Riky Efendy, lahir di Jember Jawa Timur, 17-Juni-95. sekarang umur 17tahun
    ana mau bertanya ustadz,
    1. coba ustads cek video berikuthttp://www.youtube.com/user/bidaahhasanah
    ana melakukan amalan Wudhu’ dan Sholat persis seperti yang ada di video tsb, jika ada kesalahan, mohon bimbingan ustad, karena ana sadar betul Sholat itu merupakan amalan yg paling utama, tdk sempurna amalan seseorang sampai sholatnya sempurna.
    2. ana begitu ingin menjadi ta’mir masjid masjidil haram, karena dgn begitu, ana bisa selalu beri’tikaf didalamnya, ana gak mau jd pejabat atau yg lainnya, karena pasti mereka berhubungan dgn dunia, padahal ana sangat membenci dunia! ustadz punya saran buat ana, ana tdk tahu hrs memulai dari mana, ana hanya anak orang yg tidak berada, ana benar2 ingin menjadi ta’mir masjid Masjidil Haram ustadz, apakah ustadz punya saran atau solusi?
    Ana bertanya kpd ustadz sekaligus curhat, karena ana rasa, ustadz yg tepat untuk memberi saran
    mohon di jawab ustadz

    • Sob, ente benci dunia? Jangan benci dunia ini sob, ente hidup di dunia, masa iya benci sama dunia. Dunia itu tempat “sementara” aja kok, ga lama kita tinggal di dunia yang fana ini.
      Kalo ente selalu mementingkan akhirat itu salah juga sob, harus ada keseimbangan antara dunia dan akhirat, kalo dunia ente benci maka akhirat akan membenci ente juga.

      kalo ente pengen kerja jangan muluk2 sob, selagi itu baik dan halal, ambil aja. Jangan nyiksa diri ente juga sob.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar!
Mohon tulis nama Anda di sini