Home / Thoharoh / Setelah Hubungan Intim, Datang Haidh

Setelah Hubungan Intim, Datang Haidh

Jika ada seorang wanita hubungan intim dengan suaminya (berarti dalam keadaan junub), lalu belum sempat mandi junub, lantas datang haidh, apakah mandi junubnya ditunda sampai haidhnya selesai ataukah langsung mandi untuk tujuan mandi junub?

Tetap ketika itu ia diperintahkan mandi junub, walau masih tersisa haidhnya.

قال ابن قدامة رحمه الله في “المغني” (1/134) : ” فإن اغتسلت للجنابة في زمن حيضها , صح غسلها , وزال حكم الجنابة . نص عليه أحمد , وقال : تزول الجنابة , والحيض لا يزول حتى ينقطع الدم . قال : ولا أعلم أحدا قال : لا تغتسل . إلا عطاء , وقد روي عنه أيضا أنها تغتسل ” انتهى بتصرف .

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dalam Al-Mughni (1: 134) menyatakan, “Jika wanita tersebut mandi junub di masa haidhnya, mandinya sah dan hilanglah keadaan junub pada dirinya. Demikianlah pendapat dari Imam Ahmad. Beliau menyatakan, junubnya hilang. Namun haidhnya hilang kalau darahnya sudah berhenti.

Imam Ahmad berkata bahwa tidak ada ulama yang melarang untuk mandi junub kecuali ‘Atha’. Namun ada riwayat dari ‘Atha’ yang memerintahkan untuk mandi junub.”

Tata cara mandi junub tadi sama seperti tata cara mandi wajib lainnya. Mandi tersebut diawali dengan wudhu, lalu mengguyur kepala dengan air dan dilanjutkan dengan menyiram anggota tubuh lainnya.

 

Kesimpulannya, wanita yang sehabis hubungan intim lalu haidh, maka ia diperintahkan mandi junub lebih dahulu. Nantinya kalau suci dari haidh, barulah mandi haidh lagi.

 

Wallahu a’lam bish-shawwab. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

 

Referensi:

Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab no. 91793 (https://islamqa.info/ar/91793)

Disusun di Citilink Jakarta – Jogja, 3 Sya’ban 1437 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Apakah Dagu dan Jenggot Ikut Dibasuh Saat Wudhu?

Apakah dagu dan jenggot ikut dibasuh saat berwudhu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *