Home / Thoharoh / Mengusap Telinga Apakah Termasuk Wajib Wudhu?

Mengusap Telinga Apakah Termasuk Wajib Wudhu?

Membasuh Telinga Ketika Berwudhu Termasuk Membasuh Telinga Rukun Wudhu Sahkah Wudhu Tanpa Membasuh Telinga Membasuh Telinga Termasuk

Mengusap telinga disambung langsung dengan mengusap kepala, sebagaimana penjelasan tata cara wudhu di sini. Sekarang, apakah mengusap telinga masuk dalam wajib wudhu ataukah sunnah wudhu?

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata bahwa para ulama berselisih pendapat mengenai mengusap kedua telinga apakah wajib ataukah tidak. Al-Qasimiyyah, Ishaq bin Rahuyah, Ahmad bin Hambal menyatakan bahwa mengusap telinga adalah wajib. Sedangkan ulama lainnya menganggap tidak wajib.

Para ulama yang menyatakan wajib mengusap telinga beralasan dengan hadits Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian dalam kedua telinganya dengan kedua jari telunjuknya dan kedua ibu jari mengusap bagian luar telinga. Jadi, beliau mengusap bagian luar dan dalam dari dua telinga.”[1] Hadits tersebut dikeluarkan oleh An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Mandah menshahihkan hadits ini. Ibnu Mandah mengatakan bahwa tidak dikenal hadits yang shahih yang membicarakan masalah mengusap telinga kecuali hadits tersebut. Juga ada hadits dari Ar-Rubai’, Thalhah bin Musharrif, dan Ash-Shanabihi. Jawaban untuk hadits yang menjadi pendukung pendapat wajib, kita katakan bahwa hadits tersebut cuma menunjukkan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Asal perbuatan beliau tidak menunjukkan wajibnya.

Ulama yang mewajibkan juga berdalil dengan hadits,

الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ

Dua telinga adalah bagian dari kepala.”[2] Jalan-jalan hadits ini saling menguatkan satu dan lainnya. Disebutkan bahwa kedua telinga adalah bagian dari kepala. Jadinya, sebagaimana kepala itu diusap, maka telinga pula demikian. Kewajiban mengusap telinga berarti memiliki dalil dari Al-Qur’an.

Imam Asy-Syaukani menyanggah bahwa hadits tersebut tidak bisa dibawa ke maksud semacam itu. Tetap yang lebih meyakinkan adalah hukum mengusap telinga adalah sunnah (bukan wajib). Tidak bisa dikatakan wajib kecuali jika ada dalil yang mengantarkan ke makna wajib. Jika tidak bisa terjatuh dalam berkata tentang Allah tanpa ilmu. (Nail Al-Authar, 1: 467)

Imam Nawawi rahimahullah menyimpulkan, “Mengusap telinga adalah bagian dari sunnah wudhu sebagaimana hadits yang telah lewat.” (Al-Majmu’, 1: 228).

Dalam madzhab Syafi’i seperti dalam Matan Al-Ghayah At-Taqrib dan Al-Minhaj disebutkan bahwa mengusap telinga masuk dalam sunnah wudhu. Adapun mengusap kepala adalah bagian dari rukun wudhu.

Semoga bermanfaat.

[1] Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَسَحَ أُذُنَيْهِ دَاخِلَهُمَا بِالسَّبَّابَتَيْنِ وَخَالَفَ إِبْهَامَيْهِ إِلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ فَمَسَحَ ظَاهِرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian dalam kedua telinganya dengan kedua jari telunjuknya dan kedua ibu jari mengusap bagian luar telingaa. Jadi, beliau mengusap bagian luar dan dalam dari dua telinga.” (HR. Ibnu Majah no. 439. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

[2] HR. Abu Daud no. 134, Tirmidzi no. 37 dan Ibnu Majah no. 444. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Selesai disusun menjelang Zhuhur, 12 Syawal 1436 H di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ikuti update artikel Rumaysho.Com di Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans), Facebook Muhammad Abduh Tuasikal, Twitter @RumayshoCom, Instagram RumayshoCom

Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.

Hukum Membasuh Telinga Ktika Mandi Wajib Hukum Membasuh Telinga Ktika Mandi Wajib ? Sunnah Mengusap Kepala Dan Telinga Wudhu Membersihkan Telinga Saat Wudhu Puasa Apakah Telinga Wajib Dibasuh Saat Wudhu

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Manhajus Salikin: Mencuci Kaki Saat Wudhu

  Bagaimana cara mencuci kaki saat wudhu? Kita lanjutkan dari pelajaran Manhajus Salikin karya Syaikh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *