Memanfaatkan Milik Orang Lain Harus dengan Izin

Ini adalah suatu aturan dalam Islam sehingga kita tidak seenaknya melanggar hak yang menjadi milik orang lain. Para ulama juga membuat kaedah dalam bab fikih ketika membahas ghosob (harta curian), “Tidak boleh seseorang memanfaatkan milik orang lain tanpa izinnya."
Setan Menyusup Melalui Aliran Darah

Menolong dalam Maksiat Dihitung Maksiat

Barangsiapa menolong dalam yang haram atau dalam berbuat dosa, maka ia dihukumi sama dalam melakukan maksiat. Ini kaedah yang telah disimpulkan dari Al Qur'an dan hadits.
sakit_sehat_uzur_beramal

Rahasia Walau Uzur Tetap Dapat Pahala

Ini rahasianya, walau kita sakit tetap dapat pahala seperti beramal ketika sehat. Bagaimana bisa?

Kaedah Fikih (9), Ragu Tidak Bisa Mengalahkan Yakin

Sebelum Maghrib kita yakin sudah berwudhu dengan benar dan wudhu itu kita gunakan untuk shalat. Menjelang Isya’ mungkin ada perasaan atau was-was, apakah wudhu shalat Maghrib tadi sudah batal ataukah belum. Untuk keadaan seperti ini kalau yakin tidak kentut dan tidak melakukan pembatal wudhu lainnya, maka tetaplah berpegang pada kondisi awal (yang yakin). Keyakinan belum batal wudhu tidak bisa dihilangkan dengan sekedar keraguan. Jika yakin benar sudah batal, itulah kondisi yang diambil dan ketika itu barulah kita berwudhu. Kaedah yang kita bahas kali ini amat membantu untuk memahami masalah semacam ini.

Hadits Dho’if dalam Fadhilah Amal

Hadits dho’if adalah setiap hadits yang mardud (tertolak) yang tidak memenuhi syarat hadits shahih atau hadits hasan. Boleh jadi hadits tersebut terputus sanadnya, terdapat perowi yang tidak ‘adl (tidak sholih), sering berdusta, dituduh dusta, sering keliru, atau hadits tersebut memiliki ‘illah (cacat yang tersembunyi) atau riwayatnya menyelisihi riwayat perowi yang lebih tsiqoh (lebih terpercaya) darinya.

Dahulu Melakukan Keharaman, Sekarang Tahu Haramnya

Kewajiban itu ada setelah datang ilmu. Karena Allah tidaklah menyiksa hamba sampai diutus seorang Rasul atau sampai hujjah datang pada dirinya. Jika ada yang melakukan suatu keharaman dan baru mengetahui kalau itu haram, maka ia tidak terkena hukuman. Begitu pula jika ada yang meninggalkan suatu kewajiban dan baru mengetahui kalau itu wajib, maka ia tidak punya kewajiban mengqodho’ (mengulang). Inilah kaedah fikih yang disampaikan Ibnu Taimiyah rahimahullah yang bisa menjawab berbagai polemik sampai pun polemik mengenai pekerjaan haram dan sekarang sudah bertaubat.
tidak_sengaja_pecah

Kaedah Fikih (19): Tidak Sengaja, Tidak Dikenai Dosa

Kalau seseorang tidak sengaja melakukan suatu larangan, apakah dikenai hukuman?
imam_syafii_al_umm

Mengenal Qaul Jadid dan Qaul Qadim dari Imam Syafi’i

Apa itu qaul jadid dan qaul qadim dari Imam Syafi'i? Anda sebagai pengikut Syafi'iyah di tanah air patut mengenalnya.
hadits_hasan_makbatah_madinah

Apa itu Hadits Hasan Lighairihi?

Dalam istilah hadits, ada dikenal hadits Hasan Lighairihi. Apa yang dimaksud istilah hasan lighairihi?

Jika Mampu Melakukan Sebagian, Jangan Tinggalkan Seluruhnya

“Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).” (Kaedah Fikih)
maslahat

Cerdas dalam Memilih Maslahat dan Mudarat

Tidak selamanya seseorang mengambil yang semuanya baik, kadang ia harus menaruh pilihan pada yang terbaik di antara dua pilihan. Suatu waktu bisa pula dihadapkan dengan dua mudarat sehingga ia harus mengambil yang mudaratnya lebih ringan.

Wajib Lebih Utama daripada Sunnah

Perlu dipahami bahwa ibadah wajib lebih utama daripada ibadah sunnah. Ini berlaku dalam shalat dan puasa. Namun ada pengecualian dalam beberapa perkara.
belajar_agama

Apakah Hadits Mursal Bisa Dijadikan Hujjah?

Hadits mursal masuk dalam pembahasan hadits-hadits yang terputus sanadnya. Secara istilah, hadits mursal berarti hadits yang di akhir sanad yaitu di atas tabi’in terputus....
niat

Kaedah Fikih (1), Niat Syarat Seluruh Amal

Niat syarat seluruh amal, karena niat akan baik atau jeleknya suatu amal

Kaedah Fikih (5), Kesulitan Mendatangkan Kemudahan

Di antara kaedah fikih yang menunjukkan kemudahan yang Islam berikan adalah ketika datang kesulitan, maka Islam memberikan kemudahan. Ketika sakit, tidak bisa shalat sambil berdiri, maka boleh shalat sambil duduk. Ketika wanita datang bulan, maka shalat gugur darinya. Ketika kita bersafar, kita diberi keringanan mengerjakan shalat 4 raka’at menjadi 2 raka’at, artinya mengerjakannya secara qoshor.
niat

Kaedah Menggabungkan Niat

Kaedah yang diajarkan berikut adalah di antara kaedah yang menunjukkan bagusnya ajaran Islam dan bagaimana agama ini selalu membawa kemudahan bagi hambanya. Yang menunjukkan kemudahan Islam, niat untuk satu ibadah bisa masuk pada ibadah lainnya. Artinya cukup satu niat, kita bisa mengerjakan dua ibadah sekaligus.
ijma_sepakat_ulama

Kalau Ada Kata Sepakat Ulama

Kalau ada kata sepakat ulama (ijma’ ulama), maka tidak boleh diselisihi. Bahkan disepakati ulama bahwa kesepakatan ulama wajib diikuti.
Maksiat

Kaedah Fikih (4), Ketika Dua Mafsadat Bertabrakan

Postingan kali ini adalah kelanjutan dari pelajaran kaedah fikih sebelumnya. Kaedah fikih kali ini mengangkat masalah ketika ada dua mafsadat (bahaya) terjadi di satu waktu, keduanya sama-sama haram dan mesti dilakukan salah satunya saat itu, manakah yang mesti dipilih? Kaedah inilah yang bisa menjawabnya.

Kaedah Fikih (22): Bila Jadi Pengikut Berbeda dengan Berdiri Sendiri

“Ada yang dihukumi boleh ketika jadi pengikut, namun tidak boleh ketika berdiri sendiri.” Ini kaedah fikih yang kita pelajari saat ini. Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam...
3,586,998FansSuka
72,413PengikutMengikuti
56,239PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru