Home / Shalat / Shalat bagi Orang yang Pingsan

Shalat bagi Orang yang Pingsan

Ali Pingsan Hadis Hukumnya Saat Solat Pingsan Koma Lalu Wafat Hukum Qodho Sholat Koma Satu Minggu Pakah Harus Mengganti Sholat Mengkadaq Sholat Bagi Orang Yang Pingsan

Ketika ada yang pingsan, apakah ia punya kewajiban untuk shalat ketika ia sadar? Bagaimana jika pingsannya sampai beberapa hari? Begitu pula bagaimana jika seseorang tak sadarkan diri karena pengaruh bius, apakah statusnya sama? Berikut kita akan melihat penjelasan para ulama yang sengaja rumaysho.com sarikan. Semoga bermanfaat.

Jika seseorang hilang kesadaran bukan karena pilihannya sendiri seperti karena pingsan atau kecelakaan, lantas ia luput dari beberapa shalat, maka sebagian ulama berpendapat tidak ada qodho’ karena ketika pingsan, ia tidak dalam keadaan mukallaf (dibebani suatu kewajiban).  Alasannya dari hadits ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَشِبَّ وَعَنِ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ

Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia dewasa dan orang gila sampai ia sadar.” (HR. Tirmidzi no. 1423. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Demikian pendapat madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah.

Sebagian lainnya berpendapat bahwa tetap ada qodho’ (kewajiban mengganti shalat yang luput). Pendapat kedua ini dipegang oleh madzhab Hambali. Dalam madzhab Hambali dibedakan antara gila dan pingsan. Orang yang gila tidak ada qodho’ ketika luput dari shalat. Sedangkan bagi orang yang pingsan tetap wajib qodho’ karena umumnya pingsan tidak dalam waktu lama. Ada sebuah riwayat dari ‘Ammar ketika ia pingsan dan tidak sadarkan diri sampai 3 hari. Ketika sadar ia bertanya, “Aku sudah shalat apa belum?” Teman-temannya menjawab, “Engkau tidak shalat selama tiga hari.” Lantas ‘Ammar pun berdiri dan melaksanakan shalat untuk tiga hari yang ia luput. Ada dari riwayat ‘Imron bin Hushain dan Jundub radhiyallahu ‘anhuma yang semisal itu. Dan tidak diketahui ada yang menyelisihi hal ini sehingga seakan-akan sebagai ijma’ (kata sepakat sahabat).

Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa jika shalat yang luput tidak lebih dari 6 shalat, maka tetap ada qodho’. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 11: 110 dan fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 151203)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata, “Jika seseorang pingsan selama tiga hari atau kurang dari itu, maka ia harus mengqodho’ shalat yang ia tinggalkan. Jika ia pingsan lebih dari tiga hari, maka tidak ada qodho’.” (Fatwa Syaikh Ibnu Baz dinukil dari fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 10229)

Pendapat yang lebih rinci dalam masalah ini, qodho’ (mengganti) shalat bagi orang yang sebelumnya pingsan dibedakan menjadi dua keadaan:

1. Jika pingsannya dengan sendirinya karena sakit atau kecelakaan, maka ia tidak perlu mengqodho’ shalat karena keadaannya tidak seperti orang ketiduran dan tidak bisa dibangunkan saat itu juga. Jadi beda dengan orang yang tertidur. Sehingga kondisi orang yang pingsan adalah antara hilang akal (gila) dan kondisi tidur. Di sini baik ia meninggalkan shalat tadi dalam waktu lama atau hanya sebentar, tidak ada qodho’.

2. Jika tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius -artinya atas pilihan sendiri-, lalu baru tersadar setelah 2 atau 3 hari, maka ia punya kewajiban mengqodho’ shalat. Kondisi kedua ini dikenai kewajiban qodho’ karena ia pingsan atas pilihannya sendiri. (Lihat fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin di fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 151203)

Kaedah penting yang diberikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah di mana beliau berkata, “Jika seseorang hilang kesadaran atas pilihannya sendiri, maka ada kewajiban qodho’. Jika hilang kesadaran bukan atas pilihan sendiri, maka tidak ada qodho’.” (Syarhul Mumthi’, 2: 19).

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah terus memberikan kita keistiqomahan dalam ilmu dan amal.

Hanya Allah yang memberi taufik.

 

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 5 Rajab 1433 H

www.rumaysho.com

Mengqodo Sholat Yg Sudah Lama Rumaysho Orang Koma Harus Mengqada Shalatnya Orang Yang Tidak Dikenai Kewajiban Shalat Orang Yang Tidak Sadarkan Diri Maka Hukum Sholat Nya Adalah Qadha Sholat Bagi Yang Sakit Koma

About Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Guru dan Masyaikh yang pernah diambil ilmunya: Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Sekarang menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul.

Kunjungi Pula Artikel

Nabi Rutinkan Shalat Sunnah Badiyah Ashar Dua Rakaat

Memang benar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa rutinkan shalat sunnah ba’diyah Ashar. Apakah jadi anjuran …

8 comments

  1. Fahrul Aprianto Prayudi

    Assalamu`alaikum
    Untuk kehatian2 bila sampai 3 hari pingsan baik kemauan sendiri maupun tidak,maka saya lebih suka pendapat dikuatkan  oleh madzhab Hambali. Karena menutur saya antara gila dan pingsan 2 hal yang berbeda. Sekian dari saya. Wallahu `alam

  2. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Ustadz, gambarnya jangan gambar orang meninggal. Kurang pas dengan konteks artikelnya (lihat gantungan identitas mayit pada kaki).

    • Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

      Hmmm. Betul juga yah. Sdh kami ganti pak. Semoga Allah senantiasa berkahi bapak Tito sekeluarga.

    • Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
      Aamiin, terima kasih ustadz atas do’anya. Semoga Allah selalu memberkahi Pak Ustadz dan sekeluarga.Salah satu website mengenai islam yang selalu saya baca updatenya adalah website ini. Karena lengkap referensi sunnahnya, Alhamdullillah beberapa pertanyaan yang saya ajukan dalam diri saya mengenai islam terjawab dengan post yang Bapak tulis.

    • Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Alhamdulillah, kami pun turut senang. Semoga bisa turut istiqomah. Allah-lah yang memberi taufik, kami hanya menyalurkan ilmu sesuai kemampuan kami. Moga banyak bermanfaat bagi kaum muslimin.

  3. Ukhti Ariningsih

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Ustadz, mohon penjelasannya untuk paragraf berikut ini:

    ” Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa jika shalat yang luput tidak
    lebih dari, maka tetap ada qodho’. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 11:
    110 dan fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 151203) ”

    sepertinya ada yang kurang  kata-katanya, ” lebih dari…”

    Jazaakallahu khairan

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *