Manajemen Qolbu

Mengapa Nabi Muhammad ﷺ Wafat Lebih Dahulu? Ini Rahmat Allah bagi Umat Islam

Mengapa Allah mewafatkan Nabi Muhammad ﷺ sebelum seluruh umatnya? Bukankah kehadiran beliau menjadi rahmat terbesar bagi kaum muslimin? Ternyata, di balik wafatnya Rasulullah ﷺ terdapat hikmah besar yang menunjukkan kasih sayang Allah kepada umat ini, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits sahih.

 

 

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Bab Ar-Raja’ (Berharap)

Hadits 28/439

وَعَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ

«إِذَا أَرَادَ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةَ أُمَّةٍ، قَبَضَ نَبِيَّهَا قَبْلَهَا، فَجَعَلَهُ لَهَا فَرَطًا وَسَلَفًا بَيْنَ يَدَيْهَا، وَإِذَا أَرَادَ هَلَكَةَ أُمَّةٍ، عَذَّبَهَا وَنَبِيُّهَا حَيٌّ، فَأَهْلَكَهَا وَهُوَ حَيٌّ يَنْظُرُ، فَأَقَرَّ عَيْنَهُ بِهَلَاكِهَا حِينَ كَذَّبُوهُ وَعَصَوْا أَمْرَهُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Apabila Allah Ta’ala menghendaki rahmat bagi suatu umat, Dia mewafatkan nabi mereka lebih dahulu. Dengan demikian, nabi itu menjadi pendahulu dan orang yang lebih dahulu menyongsong mereka. Namun, apabila Allah menghendaki kebinasaan suatu umat, Dia mengazab mereka ketika nabi mereka masih hidup. Lalu Allah membinasakan mereka sementara nabi mereka menyaksikannya, sehingga Allah menyejukkan pandangannya dengan kebinasaan mereka sebagai balasan karena mereka telah mendustakan dan mendurhakai perintahnya.”

(HR. Muslim, no. 2288)

 

Kosa Kata Hadits

  • فَرَطًا (farathan): orang yang mendahului dan lebih dahulu sampai.
  • بَيْنَ يَدَيْهَا (baina yadaihā): di hadapan mereka.
  • فَأَقَرَّ عَيْنَهُ (fa aqarrā ‘ainahu): Allah memberikan kegembiraan kepadanya dengan menyaksikan kebinasaan mereka sebagai balasan atas pendustaan dan kedurhakaan mereka.

 

Faedah Hadits

1. Umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat yang dirahmati Allah.

Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada umat ini adalah Dia mewafatkan Nabi Muhammad ﷺ lebih dahulu sebelum umatnya. Karena itu, umat ini adalah umat yang mendapatkan rahmat. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai pendahulu yang menanti kita di telaga (Al-Haudh) pada hari kiamat.

2. Para nabi sangat memperhatikan umat mereka.

Para nabi memiliki perhatian yang besar terhadap kaumnya. Mereka bersungguh-sungguh menjaga, membimbing, dan berusaha memperbaiki keadaan umatnya agar selamat di dunia dan akhirat.

3. Azab bagi orang-orang kafir merupakan kemenangan bagi para nabi dan para pengikutnya.

Ketika orang-orang kafir terus-menerus mendustakan para rasul dan membangkang terhadap perintah Allah, lalu Allah membinasakan mereka, maka hal itu menjadi bentuk pertolongan Allah kepada para nabi dan pengikut mereka. Dengan demikian, tampaklah kemenangan kebenaran atas kebatilan.

 

Referensi:

  • Al-Hilali, S. b. ‘I. (1430 H). Bahjah an-nazhirin syarh Riyadh ash-shalihin (Jilid 2, Cet. 1). Dar Ibnul Jauzi.
  • Al-Syam al-Mubarak. (1434 H). Ruh wa rayahin syarh Riyadh ash-shalihin (Cet. 3). Damaskus.

 

—–

 

Senin, 20 Juli 2027

@ Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul

Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 7   +   10   =  

Back to top button