Tafsir Al Qur'an

Panggilan “Wahai Orang yang Berselimut”: Rahasia Lembut di Balik Surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir

Mengapa Allah memanggil Nabi Muhammad ﷺ dengan sebutan “orang yang berselimut” dan “orang yang berkemul”? Ternyata panggilan itu bukan sekadar menyebut keadaan beliau, tetapi penuh kelembutan, kasih sayang, dan penguatan dari Allah saat Nabi ﷺ menghadapi ketakutan dan beratnya dakwah. Artikel ini akan mengajak kita memahami sisi indah dari awal turunnya wahyu dan bagaimana Allah menenangkan hati Rasul-Nya.

 

 

Panggilan “Al-Muzzammil” dan “Al-Muddatstsir” sebagai Bentuk Kelembutan Allah

Para ulama menjelaskan bahwa orang Arab apabila memanggil seseorang dengan menyebut keadaan dirinya—baik cara berpakaian, duduk, maupun berbaring—biasanya hal itu menunjukkan kelembutan dan ungkapan kasih sayang kepada orang yang dipanggil.

Karena itu, Allah memanggil Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

“Wahai orang yang berselimut.” (QS. Al-Muzzammil: 1)

Dan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

“Wahai orang yang berkemul.” (QS. Al-Muddatstsir: 1)

Makna akhir dari kata al-muzzammil dan al-muddatstsir sebenarnya hampir sama, meskipun asal kata keduanya berbeda.

Al-Qur’an juga memberi isyarat tentang awal turunnya wahyu, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau berkata:

“Wahyu pertama yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mimpi yang benar ketika tidur. Tidaklah beliau melihat suatu mimpi melainkan datang seperti cahaya fajar. Setelah itu beliau dibuat mencintai menyendiri. Beliau biasa menyendiri di Gua Hira dan beribadah di sana selama beberapa malam sebelum kembali kepada keluarganya. Beliau pun membawa bekal untuk itu, lalu kembali kepada Khadijah dan mengambil bekal lagi seperti sebelumnya. Sampai akhirnya datanglah kebenaran ketika beliau berada di Gua Hira. Malaikat datang lalu berkata, ‘Bacalah!’ Beliau menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca.’

Lalu malaikat itu memegangku dan mendekapku sampai aku merasa sangat berat, kemudian melepaskanku dan berkata lagi, ‘Bacalah!’ Aku menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca.’ Ia kembali mendekapku kedua kali hingga aku merasa sangat berat, lalu melepaskanku dan berkata, ‘Bacalah!’ Aku menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca.’ Lalu ia mendekapku untuk ketiga kalinya, kemudian melepaskanku dan berkata:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.’ (QS. Al-‘Alaq: 1–3)

Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dalam keadaan hati beliau gemetar. Beliau masuk menemui Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha dan berkata:

زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي

‘Selimuti aku! Selimuti aku!’

Maka mereka pun menyelimuti beliau sampai rasa takut itu hilang.” (HR. Bukhari no. 3 dan Muslim no. 160)

Dalam riwayat lain, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang masa terhentinya wahyu:

“Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku mengangkat kepalaku, ternyata malaikat yang datang kepadaku di Hira sedang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun sangat ketakutan. Lalu aku pulang dan berkata:

زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي

‘Selimuti aku! Selimuti aku!’

Maka mereka menyelimutiku. Lalu Allah menurunkan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ۝ قُمْ فَأَنْذِرْ ۝ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ۝ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ۝ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

‘Wahai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan! Dan agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala berhala.’” (HR. Bukhari no. 4925 dan Muslim no. 161)

 

Makna Kata “Al-Muzzammil” dan “Al-Muddatstsir”

Ibnu ‘Asyur menjelaskan:

Al-Muzzammil adalah isim fa’il dari kata tazammala, yaitu orang yang membungkus dirinya dengan pakaian, seperti orang yang merasa kedinginan atau hendak tidur. Maknanya hampir sama dengan al-muddatstsir, meskipun asal katanya berbeda. Tazammul berasal dari makna membungkus diri, sedangkan tadatsstur berasal dari makna memakai kain luar untuk menghangatkan badan.” (Dinukil dari At-Tahrir wa At-Tanwir, 29/256)

 

Hikmah Panggilan Ini kepada Nabi ﷺ

Karena itu, yang tampak lebih kuat—wallahu a‘lam—Allah memanggil Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sebutan al-muzzammil dan al-muddatstsir sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada beliau.

1. Panggilan “Al-Muddatstsir”

Allah memanggil beliau dengan sebutan al-muddatstsir karena keadaan beliau saat itu sedang berkemul setelah turunnya wahyu dan setelah masa terputusnya wahyu. Beliau merasa sangat takut ketika pertama kali melihat Malaikat Jibril, dan kembali merasa takut ketika melihatnya lagi setelah masa fatrah wahyu.

Seakan-akan Allah berfirman: “Wahai orang yang sedang berkemul dengan pakaianmu, bangunlah! Tinggalkan rasa takut itu, berdirilah untuk berdakwah kepada Tuhanmu, dan jangan takut kepada siapa pun.”

2. Panggilan “Al-Muzzammil”

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memenuhi panggilan dakwah itu dan mulai mengajak manusia kepada Allah, beban dakwah pun menjadi semakin berat. Beliau menghadapi gangguan, penolakan, dan pendustaan dari kaum musyrikin.

Karena itu beliau dipanggil dengan sebutan al-muzzammil, yang mengandung makna membawa beban berat. Dalam surat tersebut Allah menyebutkan beberapa sebab agar beliau tetap teguh, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, bersabar, dan terus berdakwah.

 

Mana yang Turun Lebih Dahulu: Al-Muzzammil atau Al-Muddatstsir?

Para ulama berbeda pendapat tentang surat mana yang lebih dahulu turun: Al-Muzzammil atau Al-Muddatstsir.

Pendapat Pertama: Al-Muzzammil Turun Lebih Dahulu

Menurut pendapat ini, setelah turunnya awal Surat Al-‘Alaq dan Surat Al-Qalam, kaum musyrikin mulai menuduh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang gila. Tuduhan itu membuat beliau sedih.

Lalu Allah menenangkan beliau dengan panggilan:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

dan memerintahkannya untuk menguatkan diri dengan qiyamul lail.

Kemudian ketika wahyu sempat terputus dan beliau kembali melihat malaikat, beliau ketakutan dan berkemul dengan pakaian.

Maka turunlah:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

Ibnu ‘Asyur juga menjelaskan bahwa kata al-muzzammil bukan termasuk nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi merupakan panggilan sesuai keadaan beliau saat itu.

 

Pendapat Kedua: Al-Muddatstsir Turun Lebih Dahulu

Menurut pendapat ini, Surat Al-Muddatstsir adalah wahyu pertama yang berisi perintah untuk berdakwah secara terbuka.

Sebab Surat Al-‘Alaq belum memuat perintah berdakwah, sedangkan Surat Al-Muzzammil sudah menunjukkan bahwa dakwah telah berjalan dan orang-orang musyrik mulai mendustakan beliau.

Karena itu Allah terlebih dahulu memerintahkan beliau:

قُمْ فَأَنْذِرْ

“Bangunlah lalu berilah peringatan!”

Peringatan didahulukan karena manusia saat itu sangat membutuhkan ancaman dan peringatan agar meninggalkan kesyirikan dan kerusakan.

Wallahu a‘lam.

 

Nasihat Terakhir

Hari ini banyak orang terlihat kuat di luar, tetapi sebenarnya lelah dan rapuh di dalam. Tekanan hidup, cibiran manusia, dan beratnya amanah sering membuat hati ingin “berselimut” dan menyerah. Belajarlah dari Nabi ﷺ: saat hati berat, dekatilah Allah, bukan malah menjauh dari-Nya. Qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, dan doa adalah sumber kekuatan bagi orang-orang beriman.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَىٰ دِينِكَ، وَارْزُقْنَا قُوَّةً فِي طَاعَتِكَ، وَاجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا

Allāhumma tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik, warzuqnā quwwatan fī ṭā‘atik, waj‘alil-Qur’āna rabī‘a qulūbinā.

“Ya Allah, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, karuniakan kepada kami kekuatan untuk taat kepada-Mu, dan jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami.”

 

 

—-

 

Selesai ditulis di Makkah saat berhaji bersama jamaah Nur Ramadhan Wisata 2026, 3 Dzulhijjah 1447 H, 20 Mei 2026

Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 1   +   10   =  

Back to top button